Dampak Positif Negatif ANIMANGA

*dampak negatif

(1).ketergantungan,seakan menjadikan manga & anime itu sbg suatu kebutuhan dalam hidup yang harus dipenuhi.

(2).Seseorang yang menyukai anime & manga menyebabkan seseorang tersebut sering berkhayal,menganggap bahwa tokoh-tokoh yang ada di dalamnya hidup dan membayangkan dirinya berada dalam cerita dan menjadi salah satu tokoh disana.

(3).Bagi sebagian orang membuat malas melakukan segala aktivitas.

(4).Sangat berpengaruh dalam hal bersosialisasi,biasanya orang yang sangat menggemari anime dan manga(otaku)akan sulit bersosialisasi kecuali dengan orang-orang yang sama-sama mempunyai hobi yg sama dengannya,yaitu menonton anime dan manga.

(5)orang yang sudah menjadi otaku lebih senang diam dirumah menonton anime/baca manga,dan menolak bepergian karena tak suka keramaian dan faktor sulit bersosialisasi

(6).Karena mengenal kebudayaan/adat isiadat Jepang dari anime & manga maka mereka sebagian besar lebih mencintai budaya Jepang daerah asal anime & manga tersebut,daripada indonesia negaranya sendiri.

(7)budaya dari luar tentu ada yang tak sesuai dg budaya di negara kita,ada yang baik dan malah ada yang buruk,karena mengenal dari anime & manga mengenai budaya Jepang maka tidak menutup kemungkinan budaya nya ditiru bahkan sampai yang dinilai di negara kita buruk(ini hanya bagi orang2 yang tak mampu menyaring seharusnya apa-apa yang perlu diserap)

(8).Bagi org yg sudah menjadi otaku,sebagian apatis terhadap keadaan sekitar bahkan masa depannya.Yang selalu memenuhi fikirannya hanya kesenangannya saat menonton anime & manga.

(9).Hanya tertarik pada apa-apa yang berbau anime dan Jepang.

*dampak postif

(1).Mengenal budaya negeri luar khususnya negeri sakura negara yang telah melahirkan anime & manga tersebut.

(2).Menerapkan budaya/adat istiadat yang dinilai positif dari negeri disiplin dan pekerja keras itu dalam kehidupan sehari-hari misalnya budaya mengucapkan maaf dan berterima kasih,ramah dll

(3).meningkatkan imajinasi seseorang

(4).Sudah banyak ditemukan orang-orang kreatif karena kesukaannya pada anime & manga.

(5).Menjadikan seseorang mempunyai keinginan(cita-cita)untuk menjadi sukses di masa depan tapi dalam hal apa-apa yang berhubungan dengan jepang dan anime.Dan hal itu akan membuat seseorang tersebut termotivasi untuk terus berusaha.

(6).Karena faktor negatif yang membuat seseorang sulit ‘bersosialisasi’ dg orang yang tak punya hobi yang sama maka orang tersebut lebih memilih sering di rumah,namun hal tersebut akan membuat seseorang tak kan terjerat yang namanya pergaulan bebas maupun berhubungan dengan orang-orang yang terlalu bebas bergaul.

(7).Bila ada 2 orang sama-sama punya ketertarikan yang sama terhadap anime & manga maka akan membuat 2 orang tersebut akan sangat mudah bersosialisasi.

sumber: http://gazerukira.blogspot.com

31 Comments

Leave a Reply
    • ya, kadang emang seperti itu^^… Otaku cenderung menutup diri dengan orang lain, Biasanya karena ga punya banyak obrolan diluar seputar hobinya. Terlebih lagi dikatai “FREAK” or “CHILDISH” terutama buat yg masih suka nonton anime/tokusatsu yg notabene-nya di Indonesia dianggap tontonan anak kecil.

  1. wah, jd tersinggung nih >.< aku sendiri juga suka dgn hal yg berbau jpng & q sndri jg komikus. klo dampak negatif g smpe gitu2 amat -__-a
    tntang 10 anime yg d sekal d indo aku g setuju…..klo anime jpng pada d cekal smua d indonesia trus kita nonton hiburan apa dong? masa' nonton si unyil, pehh…ckckckckck g usah d tanya deh,
    SI UNYIL VS NARUTO, UPIN IPIN VS BLEACH…hahahahahaha ^o^

    • Itu dampak negatif udah yang paling ekstrim (klo mpe semuanya)…
      Ya, aku juga ga gitu2 amat ^-^

      Hmm, aku juga ga setuju. malah sebel banget, mengingat porsi tontonan anime di TV sekarang berkurang. Malah ada stat TV yang sama sekali ga pernah/ga ada tayangan anime.

      Jiaha~ padahal daripada sinetron ga mutu mending banyakin anime ya ^-^

    • hahaha~… dampak negatifnya klo bisa dikurangi atau dipandang positif, hihihi~
      Coz saya pun sama, hampir semuanyanya saya alami itu dampak negatif. Cuma gak ekstrim banget sih..

  2. memang sih, tapi disamping itu anime itu lebih mendidik anak-anak untuk mau perduli dengan teman saling tolong-menolong dan juga tidak pernah menganggap musuh itu sebagai musuh kita. sayangnya orang-orang di indonesia menganggap anime itu tontonan anak kecil dan lebih banyak negative-nya. aku jadi suka debat sama teman aku, karena waktu aku lagi dikelas aku nonton anime fairy tail dan tahu sendiri ceweknya bajunya seperti apa, teman aku langsung beranggapan negative padahal dia belum tau jalan ceritanya. -_-

    • Iya pastinya kan segala sesuatu ada segi positif ma negatifnya. Itu juga tergantung ma individu masing-masing jg sih. Memang benar anime yang saya lihat ya seperti itu, lebih mengajarkan persahabatan walopun dengan beragam fanservice tentunya, ehehe~
      soal segi negatif-nya juga benar, emang tuh kaya fairy tail, OP, etc kan pakaian wanitanya pada minim-minim ^-^) makanya ortu mungkin harus mengawasi anaknya buat nonton juga.
      Gampangnya sih ya udah penayangan anime tuh buat remaja (+17) ato dewasa aja di jam-jam malam sekalian #plak *dlu kata stat TV punya gue* haha~ tapi mustahil ya (^-^)a
      Sementara buat puaskan hasrat nonton anime ya dari dvd/streaming video internet aja deh, daripada ngarep yang ga jelas (T-T)

      • iya, tapi tetap aja ortu itu nganggap kalau itu tontonan anak kecil (aku sering dibilang kaya gitu kalau lagi nonton anime/kartun) padahal sebenarnya nggak semua anime/kartun itu tontonan anak kecil. :/

        *curcol mode on XD*

        • jiahaha~ klo gitu sekalian ortu-nya diajak nonton anime yang rate-T ato rate-M haha~
          Susah sih ya, klo anggapan orang lain seperti itu. Dan ternyata kita senasib, mengingat saya pun di lingkungan kehidupan saya seperti itu (T-T)

          #curcol

  3. Tau aja nih aku sering begitu! ≠.≠ sama yang diatas 100% mirip sama sifat-sifatku ×.× tapi Alhamdulillah sih yang point 7 gk terlalu dan kalo point 1 mirip banget apalagi sekarang Anime itu udah jarang itu pun aku udah sering teriak-teriak sendiri aku juga sering marah-marah sendiri ketika anime yang sering aku lihat di tv tidak ada =.= apalagi sekarang muncul kabar baru dari temanku kalau anime akan dihapus di tv Indonesia jadinya sekarang aku sering nangis sendiri kalau ngebayangin ‘bagaimana aku bisa hidup tanpa anime?’ Dan saat aku inget masa kecilku yang senang nonton anime di Global tv atau Spacetoon aku sering ketawa sendiri dan kalau dikamar aku sering ditanya ‘kenapa kamu ketawa sendiri’ aku berusaha menyembunyikannya dari mereka! Huhuhu… malang sekali nasibku ~.~

    • wah~… semangat semangat! jangan pedulikan apa kata orang. yang penting buat kita senang dan tidak merugikan orang lain sih jalani saja 😉

  4. Hehe …. Kalo itu aku memang suka sendiri..tapi ada temen aku yang sahabatan sama aku dari kelas 1 memang kami sama-sama otaku tapi kadang-kadang seleranya beda hehe ! Tapi aku tetap bangga sama indonesia ! Aku paling suka sama sejarah-sejarah indonesia

  5. Hehe …. Kalo itu aku memang suka sendiri..tapi ada temen aku yang sahabatan sama aku dari kelas 1 memang kami sama-sama otaku tapi kadang-kadang seleranya beda hehe ! Tapi aku tetap bangga sama indonesia ! Aku paling suka sama sejarah-sejarah indonesia..klo diajak ngomong soal indera sama hantu, aku lansung pergi karena berbau gaib ! Trus ngatain aku punya indera ke-6 lagi ! Bikin bosen aja

  6. Untuk poin nomor 2 betul, mencontoh budaya masyarakat Nippon, yaitu:
    1 Disiplin (ontime)
    2 Ramah ala ketimuran, termasuk Indonesia
    3 Sering mengucapkan maaf, terima kasih, itadakimasu (bisa diasosiasikan dg baca doa sebelum makan)
    4 Tidak membuang SAMPAH sembarangan.
    nomor 4 penting banget, ironis kalo di acara Matsuri/Bunkasai ala Indonesia, pesertanya mengklaim suka Budaya Jepang, tapi banyak sampah bertebaran.
    5 Gaya hidup sehat. Banyak makan sayur, ikan, mengurangi gorengan, memakai sumpit (efeknya seperti sunnah nabi makan pake 3 jari, lebih mudah dicerna)

    Manfaat lain, kita jadi tertarik belajar Nihon-go (Bahasa Jepang) yg bisa berguna untuk lanjut studi atau pekerjaan.

Leave a Reply