Naruto FanFic: Akai Ito chapter 1

Pairing: Minato Namikaze x Kushina Uzumaki
Rate: Gtw…
Genre: Romance, Friendship, Comfort (???)
Disclaimer: NARUTO resmi adalah milik Masashi Kishimoto

WARNING: OOC, alur GaJe cerita se-mau-gue. Author masih pemula dalam membuat FanFic, jadi mohon maaf klo jelek dan mengecewakan. Buat yang sengaja dan ga sengaja kebetulan baca fanfic Abal-Abal ini, komen sangat diharapkan [baca: WAJIB!!]

HIATUS sementara… Lagi pembersihan draft, jadi posting dulu seadanya….

If you don’t LIKE, don’t READ!!!

Itadakimasu~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Angin musim semi bertiup sepoi-sepoi. Pepohonan bergemerisik. Kelopak-kelopak bunga Sakura berguguran terbawa angin, jatuh di sepanjang jalan yang kami lewati. Cahaya matahari senja sore itu menyusup melalui celah-celah pepohonan, terasa hangat dan juga membuat warna rambut gadis yang saat ini tangannya kugenggam terlihat lebih berkilauan. Lama kuperhatikan dirinya yang tengah asyik berbicara, menceritakan banyak hal dari mulutnya yang cerewet. Tanpa sadar aku jadi terkekeh.

“Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Kushina, “Barusan aku kan gak lagi cerita hal yang lucu.”

“Ng… fu~fu~fu~…” aku malah jadi ingin tertawa. Tadi memang tak ada hal yang lucu, tapi melihat wajah Kushina yang terlihat kesal sekarang justru menggelikan.

“Iiih, apa sih yang kau tertawakan? Minato-kun!!” erang Kushina seraya mencubit kedua pipiku dengan tangannya.

“Aaaaawww…..” teriakku kesakitan.

“Apa yang lucu? Kau menertawakanku? Apa aku terlihat lucu? Ya.. ya.. ya.. mungkin aku terlihat lucu, bicara sendiri dari tadi sementara kau tertawa geje. Kita tampak seperti pasangan gila. Aku bicara sendiri dan kau tertawa sendiri…”

…bla…bla…bla… Kushina terus bicara. Cewek satu ini benar-benar cerewet dan juga tak sabaran.

“Huuufff….” Dengus Kushina langsung cemberut, “Kau bahkan tak memperhatikan apa yang barusan kukatakan.”

“Enggak kok. Daritadi aku terus memperhatikanmu.”

“Uso~….” Balasnya sambil memalingkan wajah, berlagak jutek.

“Beneran. Aku tadi tertawa justru karena memperhatikanmu.”

“Apa?! Jadi kau benar-benar mentertawakanku? Apa ada sesuatu di wajahku yang pantas kau tertawakan?”

“Hihihihi~… ya benar. Habis tampangmu lucu sih, jadi aku tertawa.”

“Apa? Aku lucu? Minato~… kau sungguh-sungguh menertawakanku? Mau mengolok-olok aku ya? Apa aku tampak seperti anak kecil, dikatain lucu?”

“Lucu… lucu maksudku itu… Hmm… apa ya? manis. Ya, kamu terlihat manis dan juga cantik. Aku terpesona. Makanya aku tersenyum saat melihatmu.”

Whuuuussshh……

Wajah Kushina langsung merona merah, cocok dengan warna rambutnya.
Aah… wajahku juga terasa panas, pasti ikut memerah. Apa sih yang barusan aku bilang? Rasanya seperti sedang menggombal. Tapi aku benar-benar mengatakan hal itu dengan tulus.

“A…ap… apa… apa yang kau bilang barusan? Jangan bercanda yah?” Kushina mengelak, dia bilang seperti itu mungkin karena malu.

Waa~ aku yang mengatakannya juga malu.

“Enggak kok.” Aku berhenti melangkah. Masang tampang serius. Memandang Kushina lekat-lekat. Mata kami bertatapan.

Suasana hening sejenak. Yang terdengar hanyalah gemerisik pohon sakura yang kelopak bunganya kini beterbangan terbawa angin. Tanganku lantas bergerak mengelus lembut rambut merahnya, mengambil kelopak bunga sakura yang jatuh diatas kepalanya.

“Mi, Minato-kun…” bisik Kushina, wajahnya makin merona.

Aku tersenyum lembut, “Rambutmu sekarang sudah lebih panjang dari sejak pertama kita bertemu, yah?” tanyaku.

Kushina hanya mengangguk pelan, malu-malu.

“Kau…. Waktu itu begitu membenci rambutmu.”

“Iya, tapi sekarang tidak lagi. Itu karena dirimu, Minato…”

—–flashback——

“Namaku Uzumaki Kushina. Mohon bantuannya!” teriak gadis itu lantang, saat diperkenalkan Jiraiya-sensei di depan kelas.

Kushina itu murid pindahan asal Uzushio. Di hari pertamanya sekolah, kelas sudah heboh. Gadis itu mengamuk dan melempari murid-murid cowok dengan kapur. Yah, sebenarnya ini bukan salah dia, tapi memang anak kelas kami yang terlalu usil megolok-olok gadis itu. Mengatai Kushina “si cepol tomat”. Itu karena rambut merahnya yang dicepol bulat dan diberi jepit warna hijau terlihat seperti tomat. Memang dasar cowok-cowok di kelas kami adalah kawanan perusuh, jadi memberi nama panggilan aneh terhadap orang lain adalah hal yang biasa. Seperti aku yang dijuluki “Yellow Flash from Konoha “ karena rambut kuningku dan kecepatan lariku sebagai atlet klub atletik.

Tapi…. “Cepol Tomat”? Hmm…. Siapapun juga pasti akan marah mendapat julukan seperti itu. kasihan juga Kushina =____=

Hooaaammm….. Aku menguap lebar.

Pagi dalam perjalanan kereta ke sekolah yang membosankan seperti biasa. Ditengah kerumunan penumpang, berdesak-desakan dan rasa kantuk sisa begadang tadi malam. Aku bersender di tiang dekat pintu kereta. Mengencangkan volume MP3 Player-ku sambil menggulum permen karet.

Clak…clak…clak…fuuh… clak…clak…fuuh…
Meniup balon permen karet, lantas meletuskannya. Tiup lagi, meletus lagi. Ini lumayan berguna untuk mengusir rasa kantukku, selain lagu FLOW – GO!! Yang kudengar sekarang kian menambah semangat.

We are Fighting Dreamer… takaku wo mezashite…
………

Sebentar lagi kereta sampai di Shinjuku, stasiun tujuanku. Penumpang yang hendak turun mulai merapat dekat pintu keluar. Aku yang terdorong-dorong dari belakang sedikit kehilangan keseimbangan, sampai terjerembab mengenai punggung seseorang didepanku.

Fuuuh…. Untung saja aku tak terjatuh.

“Aaaarrggghhh…..” erang seorang cewek, “Apa ini di rambutku?!”

HEEEEE????!!!! OMG!!! ….
Ya ampuun??? Permen karetku ternyata menempel dirambutnya. Di rambut berwarna merah.
WHAT THE?!…. Ternyata rambut merah itu punyanya si anak baru, Uzumaki Kushina???

“Maaf… maafkan aku…. Maaf…” kataku berulangkali. Cemas karena sepertinya ini akan fatal. Melihat tampang Kushina yang biarpun cantik tapi begitu sangar. Rambut itu kan mahkotanya wanita. Jadi dia pasti marah besar karena aku mengotori rambut merahnya yang panjang. Pake permen karet lagi.

“Maaf… tunggu sebentar, aku akan membersihkannya.” Kataku dengan hati-hati berusaha mengambil permen karet itu dari rambutnya.

SHINJUKU…. SHINJUKU….Pintu di sebelah kiri akan terbuka, harap perhatikan langkah anda saat turun…

Whaa~ gawat keretanya sudah sampai di stasiun. Orang-orang dari belakang makin mendesak maju.

“Aduuh… kenapa aku sesial ini sih? Menyebalkan.” keluh gadis itu seraya melangkah pergi.

“Hei, tunggu dulu….” Aku mengikutinya. Tanganku masih memegangi permen karet di rambutnya.

“Heuuuh….” Kushina mendelik padaku. Wajar sih… (==)a

“Kita bersihkan dulu rambutmu.” Aku memberikan usul, “Kita coba pake air, trus…”

“Sudahlah, tidak perlu dibersihkan.” dengus cewek itu seraya menyingkirkan tanganku. Lantas memilin-milin helaian rambutnya yang terkena permen karet. Aku mengernyit, penasaran apa yang hendak dilakukannya.

Kemudian…. SREET…. SREET… SREET… Gadis itu mematahkan sendiri helaian rambutnya yang kotor. … (0.o) owoo~

“Hoi, tak perlu sampai seperti itu. Itu masih bisa dibersihkan….” Aku mencoba mencegahnya melakukan hal yang menyakitkan. Ya ampun nih cewek emang bener-bener….. (sulit diungkapkan dengan kata-kata). Marah sih marah, tapi gak perlu segitunya juga kalee…..

Samar-samar aku mendengar gumamannya, “Benci…. Benci… Dasar rambut merah sial….”

Sampai akhir, aku cuma bisa melihat helai demi helai rambut merah itu berjatuhan. Dia mematahkan semua rambutnya yang terkena permen karet.

“Kenapa kau melakukannya?” tanyaku setelah semuanya selesai.

Kushina diam saja, hanya balas melihatku dengan ekspresinya yang tak jelas. Mungkin marah sekaligus sedih. Tapi kemudian satu senyum lirih terlukis diwajahnya. Aku malah merasa makin tak enak. Tanpa banyak bicara dia segera berbalik dan melangkah pergi.

“Hei, aku benar-benar minta maaf.” Teriakku sekali lagi, sambil membungkukkan badan, “Maafkan aku.”

Gadis itu lekas menghilang dari pandangan. Yang tersisa tinggal helaian rambut merahnya di lantai. Aku berjongkok dan memungut helaian rambut yang belum terbang terbawa angin.

“Dasar Bodoh…”

TBC…..

==========================================

Fura: wadooh… gw mau bikin cerita apaan sih ini?? Lama mendekam dalam Draft lupa lagi alurnya mau dibawa kemana ==a

Kasih saran dunk, pliis… skalian komen ya!! hehe~

20 Comments

Leave a Reply
  1. oalaaahh baru baca fic ini.. 🙂
    terusin aja terusin! ehm, mau coba kasih saraaan.. 😀

    Khusina kan kesannya benci banget sama rambutnya, dibuat aja kejadian-kejadian atau perlakuan buruk dari orang-orang di sekitarnya karena rambut merah yang dia punya. misalnya di sekolah lama/ di kota sebelumnya dia dibilang pembawa sial, perempuan penggoda atau apapun. kalau mau dibuat agak sadis, dia dan ibu/ayahnya yang punya warna rambut sama dikucilkan keluarganya sendiri.

    yak segitu dulu ajaaa. mau dipakai atau tidak idenya gimana author.. :))

    • oalaaaahh~ saya pun baru teringat kembali ada Fic ini, hehe~

      Aduh maaf ya MinaKushi lama terlantar.

      Sip, sarannya bagus, kurang lebih dulu pun saya ingin buat yang seperti itu, tapi lupa *halah*
      Saya tertarik itu dengan usul, “dia dan ibu/ayahnya yang punya warna rambut sama dikucilkan keluarganya sendiri.”

      Ntar coba klo udah dapet inspirasi adegannya mau dilanjutkan lagi deh, hehe~

    • wah~ ada juga yang baca fic terlantar ini (T-T)
      iya pengen dilanjut, cuma lom ada ide aja. Saya malah bikin fic MinaKushi lain (UNMEI NO HITO)
      makasih sarannya, moga bisa nemu inspirasi buat lanjutin fic ini deh, Amiin…

  2. Yeeyy!!!!
    Kenal Fura-senpai *sksd* + ffnya yang kereeen2 baru dari 2013, tapi udah bacaa semuaa ficnya, kereenn Fura-senpai! *prok..prok..prok*

    Fura-senpai, anak bahasa ya?
    Jago bangeeett bikin fic2nya..

    • makasih udah baca n komen 😀 syukurlah klo ceritanya suka

      hee~ saya bukan anak bahasa, saya anak matematika ^-^a
      suka bikin fanfic karena hobi aja. sekalian menyalurkan khayalan, haha XD

    • hahaha, ini kan jadinya emang discontinue dan dilebur jadi yang unmei no hito 😀
      ehm, mungkin ntar deh klo ada inspirasinya bikin lagi fanfic minakushi

Leave a Reply