CURCOL Author : GaJe GaPe ~ Memories of the past ~ Doki-Doki When Fu Met Asahi-kun

WARNING: DON’T LIKE DON’T READ

Author lagi iseng coba aplikasi baru wp di ponsel. Bingung mesti publish apa, dengan stress-nya curcol begini. GA PENTING. GAJE. GA SUKA GA USAH BACA. ISENG. CURCOL. BUKAN FANFIC.

Masih nekat baca? Hn, terserah lah ya…


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku berlari dengan nafas yang terengah-engah. Begitu sampai ke rumah Obaa-san, aku langsung menerobos masuk, membuka pintu tanpa permisi. Berhambur ke ruang TV, syukurlah tak ada siapapun yang lagi nonton. Ambil remote, pilih channel, Gorubaru TV, nonton Naruto.

Risa-san, sepupuku cuma melohok melihat tingkah lakuku yang heboh. “Ada apa sih ribut-ribut?” tanyanya.

“Ah, numpang ikut nonton TV ya.” Jawabku sambil mata tetap fokus pelototin TV 21’ itu.

“Emang kenapa sama TV di rumah?” tanya Risa heran liat kelakukanku kayak orang kampung yang baru pertama kali liat kotak kaca yang ada gambarnya gerak-gerak. Nonton dengan jarak 1 meter dari TV, duduk paling depan, takut ada yang ngalangin (padahal justru malah menghalangi). Norak abis.

“Heu… itu… soalnya di rumah ga boleh nonton Naruto.” Mataku yang awalnya sudah memerah kini kembali terasa perih dan berkaca-kaca, “Habisnya, dirumah, berantem sama Hikari, rebutan TV.”

Risa kian melohok, “Haa~… ga penting banget sih loe. Udah gede masih berantem rebutan TV sama adik mpe pundung gini?”

Aku malah tambah sedih, “Huu~… abisnya ini lagi seru-serunya. Ujian chunnin, orochimaru. Sasuke….”

Yaah, begitulah aku. Waktu itu penayangan anime di TV masih sangat langka. Dan Naruto masih awal-awal tayang jam 4 sore gitu (?) ya, ga begitu inget juga sih, pokoknya sore aja (yakin). Dan itu udah jadi tontonan wajib tiap hari. Ga boleh absen. Makanya sebelum mulai, aku selalu bersiap di depan TV. Duduk paling depan. Sembunyiin remote, dan memperingatkan orang-orang supaya tidak mengganggu ritual keseharianku ini. Pokoknya pliiisss, jangan ganggu barang 1 jam aja, cuma buat liat tampang keren Sasuke Uchiha, gkgkgkgk~…. Dan kelakuan norak seperti ini masih aku lakukan sampe sekarang, hehehe~…

Ok, back to the story again…

Singkatnya aku nangis dan curhat sama Risa, sepupuku yang terpaut umur 6 tahun lebih tua dariku. Dia sudah menikah dan sementara masih tinggal di rumah Obaa-san (nenek). Aku yang berantem sama Hikari-chan dilerai Okaa-san. Dan seperti biasa, dimana ada pertengkaran adik-kakak, pasti sang kakak-lah yang disuruh mengalah, juga malah kena omel.

“Dewasa dikit napa? Ga malu apa udah kelas 3 SMA kelakuan masih kayak anak kecil. Ga usah ganggu adik kamu.” Kata kaa-san.

“Siapa yang ganggu? Orang cuma mau nonton TV.” Kataku.

“Ya, kalo gitu gantian atuh. Sekali-kali ga nonton yang begituan kan ga apa-apa. Ga nonton juga ga akan bikin kamu mati.”

DZIG… jero pisan tuh kata-kata. Dan tanpa sadar airmataku pun mengalir.

“Ckckckck~…. Ya ampyuuun, ni anak, mpe segininya cuma karena Naruto doang. Ditangisi….” Lanjut Kaa-san, “Sana kalo mau nonton ke rumah Baa-san aja.”

Lalu, tanpa menunggu jeda iklan, aku langsung berhambur keluar. Sambil membawa rasa sakit hati ini, lari menuju rumah Baa-san yang cuma berjarak 5 rumah dari rumahku (deket banget). Sementara itu Hikari tersenyum menang, langsung ambil remote dan pindahin channel, anteng nonton FTV (jiaaaah T____T).

#flashback off

Risa-chan mendengus dan menggeleng pelan, “Huuuh, dasar loe tuh ya.” Matanya memandang dan mungkin berpikir seperti kaa-san — Cuma buat Naruto doang mpe mewek? ckckck~ —-, “Yaah, bibi Mae (nama ibuku) kan emang gitu. Sabar aja Fu. Lagian loe itu suka aneh, udah gede masih aja nonton kartun.”

“Ini anime, bukan kartun.” Kataku mengoreksi.

Risa mengangkat bahu, pandangannya seakan berkata, “Apa bedanya? Siapa peduli.” Lalu melengos keluar, meninggalkanku sendiri.

Aku menghela nafas panjang. Cemberut. Kuseka airmataku dan duduk sambil memegang kedua lutut. Mata kembali tertuju pada TV. Masih marah, sedih, dan sakit hati. Apa sih salahnya? Kenapa memangnya dengan aku yang udah gede (17 tahun) masih suka nonton anime? Ga boleh gitu? Dilarang? Yaah, ini terasa menyakitkan. Dikatai childish, freak, itu mungkin sudah biasa bagiku yang punya hobi terbilang aneh (dimata orang lain).

Tok tok tok… bunyi pintu depan diketuk.

“Permisi!” seru seseorang diluar sana.

“Fu, bukain pintunya dulu dong, tanggung lagi masak nih.” Teriak Risa dari dapur.

Cih, aku memandang sinis. “Ganggu aja nih tamu!” tukasku kesal. “Duh, apa ga bisa nunggu mpe jeda iklan dulu ya.”

“Euh, Fu-chan…. Dasar kamu tu ya.” Dengus Risa kesal. Tapi akhirnya dia melengos juga dan pergi tuk membukakan pintu depan.

“Khekhekhekhekhe~” aku tertawa puas. Ku bilang juga jangan ganggu aku kalo lagi nonton.

“Sini masuk dulu, tunggu bentar di dalam.” Samar-samar kudengar Risa mempersilahkan si Tamu masuk.

Dari ruang tamu ke ruang tempat ku menonton TV hanya disekat lemari kaca tempat hiasan porselen, guci, dan gelas-gelas antik koleksian nenek disimpan. Aku sedikit mendongakkan kepala, mengintip siapa tamu yang datang. Tapi tak jelas kulihat. Adegan pertarungan Sasuke vs Orochimaru yang lagi nyamar jadi ninja desa hujan kembali menggodaku tuk tetap memperhatikan TV (addict banget yah).

Risa tampak terburu-buru kembali, “Fu, tau ga dimana obeng?” tanyanya padaku.

“Hah?” aku melohok, meneketehe, “Ga tau. Biasanya ditaruh di kotak peralatan di gudang, kan?”

“Gak, kemarin abis di pake Toya.” Kata Risa.

“Jiah, klo gitu tanya aja ama Bang Toya.” Kataku. Toya itu suaminya Risa.

Risa kembali keluar menuju ruang tamu, “Aduh, maaf ya Asahi, Risa cari dulu.” Ehm, dia ngobrol lagi ma si Tamu.

“Eh, klo gak ada juga gak apa-apa kok nee-san.” Kata si Tamu –seorang cowok– dari suara yang kudengar.

“Risa-nee, kok ada bau-bau gosong ya?” teriakku.

“Ya, ampun, bakwan gue.” Risa lekas berlari lagi ke dalam menuju dapur.

Ck~ riweuh bener ni cewek. Padahal aku yang terlalu santai, bisa-bisanya tetap cuek sambil nonton TV liat sepupu sendiri sibuk gitu. Furaha kejam.

“Euh, ada apa sih dengan hari ini? rasanya aku sial terus. Tak bisa apa sedikit beri aku ketenangan untuk menonton film yang kusuka.” Dengusku lelah sambil perlahan mengencangkan volume TV.

Aku makin terpaku dengan adegan di TV sampai-sampai tak menyadari kalau sudah ada seseorang di belakangku.

“Whoaa~ Naruto…” teriak seseorang. Kaget juga aku, begitu mendongakkan kepala dan mendapati seorang pria asing berada dibelakangku, menatap TV dengan mata berbinar tak berkedip.

“Ini bukan DVD, kan? Sejak kapan tayang di TV?” tanyanya antusias.

Loading sesaat –aku masih kaget dengan kehadirannya— kami cuma saling berpandangan. “Eu… itu…udah lama kok. Udah sebulanan-lah.” Jawabku.

“KEREENNN~~” teriaknya antusias lagi, “Wah, pantesan udah sampai ke ujian chunnin lagi. Mana udah disegel gaib lagi si Sasuke.”

Eh, dia tau juga jalan cerita Naruto ya? Batinku, sedikit kagum. “Heu euh.” Aku mengangguk setuju.

“Tiap kapan nih ditayangin?”

“Senin mpe jumat jam 4.”

“Ooh.”

“Tayang satu jam lho, dua episode.”

“Wah, masa? Asyik tuh.”

Lalu tahu-tahu tanpa sadar cowok itu udah duduk di sebelahku. Sama-sama antusias memelototi TV. Sesekali aku curi-curi pandang padanya. Ni cowok aneh banget. Itu yang pertama ku lihat dalam dirinya. Baru pertama kali ini kutemui orang lain yang begitu antusias seperti ini terhadap anime selain diriku.

Tawanya itu loh, kaya anak kecil banget. Dia begitu bersemangat seolah-olah itu tontonan paling menarik yang dilihatnya. Melihatnya seperti itu rasanya seperti bercermin. Ko dia mirip gue banget???

“Ehem…” Risa mendehem mengagetkan, “Adeuuuh, lagi ngapain nih, nonton berduaan.” godanya.

Aku jadi rada salting. Si cowok itu juga, langsung bangkit dan berdiri.

“Eh, nee-san… maaf saya gak sopan masuk rumah sembarangan.”

“Lho, kan dari tadi juga nee-chan udah suruh kamu masuk. Oh iya, ini obengnya.” Kata Risa seraya menyerahkan obeng itu pada di cowok.

“Makasih nee-san. Kalau gitu saya permisi dulu.” Ucapnya seraya pamit dan melangkah pergi.

“Asahi-kun, kalau masih mau nonton silahkan aja.” Risa menawarkan.

Cowok itu sebentar menoleh menatap TV, “Ehmm, ga usah nee-san. Lain kali aja. Arigato~”

jiahaha~ pura-pura tuh. Terlihat dari ekspresinya yang sedikit kecewa, pasti dia masih ingin nonton. Sesaat cowok itu melirik padaku dan mengangguk, juga tersenyum. Aku juga cuma mengangguk dan tersenyum, memandang kepergiannya.

“Aih, cakep banget ya tuh cowok.” Seru Risa dengan nada genit. “Aduh kalo belom nikah udah gue samber tuh cowok.”

“Wah, bahaya. Bahaya. Gawat kalo Bang Toya tau.” Ujarku.

“Sstt… makanya jangan bilang-bilang.” Kata Risa sambil kedipin sebelah matanya.

Heee~ ni cewek asli apa bercanda sih?

HAAAHH?? Aku membelalak kaget. Entah dari kapan tahu-tahu lagu Wind-nya Akeboshi sudah mengalun lagi. Naruto-nya udahan…. OH NO!!! …. )^o^( *shock.

“Aarrg, sial. Kagak liat ending-nya tadi udah nyampe mana?” Dengusku kecewa.

“Alaaah, Fu-chan. Gitu aja diurusin. Besok nonton lagi aja.” Kata Risa santai sambil menyodorkan sepiring bakwan yang baru digorengnya. “Nih makan!”

“Hhhffff….” Dengusku sambil mencomot satu bakwan yang tak gosong. Menggigitnya dengan tak berselera.

Ah, tiba-tiba aku jadi teringat sama cowok tadi, “Risa-nee, yang tadi itu siapa?”

Risa mengernyit tak percaya, “Masa gak tahu?”

Aku menggeleng pelan.

“Anak yang baru nge-kos di paviliun depan. Namanya Hakuseki Asahi.”

“Haku… Hakuseki Asahi? Asahi… Asahi yang bikin heboh itu? Yang waktu itu nee-chan ceritain?”

“Iya, Fu-chan lemot. Emang yang mana lagi.”

Diam sesaat.

Hakuseki Asahi. Asahi-san. Aku pernah dengar namanya. Belakangan ini orang-orang di rumah kadang membicarakan orang yang bernama Asahi. Katanya mahasiswa baru yang ng-kos di paviliun rumah Baa-san itu cakep banget. Diceritakan seperti sosok pangeran yang terjun ke dunia masyarakat untuk belajar bersosialisasi. Saudara-saudara perempuanku, tetanggaku, semuanya sering membicarakan orang itu. Tapi aku tak pernah tahu siapa dia dan menganggap hal itu tak penting. Ngapain juga mesti ikut-ikutan ibu-ibu menggosip. Dan baru hari ini aku bertemu langsung dengan si Asahi itu.

“Hmm, gimana? cakep kan?” goda Risa lagi.

“Haaah… biasa aja. Cakepan juga pacar gue.”

“Hahahaha~… masa iya?” Risa tertawa, “Boro mau nee jodohin sama dia.”

“WHAAAT THE…..” cengangku.

“Gkgkgkgkgk~…” Risa makin ngakak, “Biasa aja lagi Fu, tampang loe. Kagak usah sekaget itu. Seneng kan, kalo bisa dijodohin sama dia?”

“Hiiii…. Jangan ngomong yang aneh-aneh. Siapa yang mau!” teriakku seraya bangkit dan pergi ke dapur.

Rasanya haus sekali. Tenggorokanku kering. Panas. Kusentuh kedua pipiku yang sepertinya memerah. Apa karena makan bakwan barusan ya? Atau?…. ……. mendadak satu bayangan wajah muncul di pikiranku. Si Hakuseki Asahi itu, yang tertawa seperti anak kecil saat nonton Naruto.

DEG

Whaaaa~…. Aku geleng-geleng mengenyahkan bayangan itu. “Duuh, bisa-bisanya aku berdebar cuma karena lihat senyumnya.”
.
.
.
-OWARI-
.
.
.
Wkwkwkwk~ lebay sangat…. Ko jadinya curhat ala fanfic gini ya ==a *garuk-garuk ga gatal* ya sudahlah. Ini kejadian udah berlalu 6 tahun, tapi kadang aku masih mengingatnya. Terutama tawa Asahi-kun yang heboh pas liat film Naruto. Mungkin ga bisa digambarkan dengan baik lewat tulisan. Aslinya sih dia mpe jingkrak-jingkrak, teriak heboh, “Woi, ada Naruto woi, di TV, ada Naruto.” Norak banget dan bikin aku melohok melihat kelakuannya. Tapi Asahi diatas kesannya lebih kalem ^^…

Walo kisah nyata ga se-lebay kaya diatas. Seperti Risa yang goreng bakwan, sama sekali ga ada di kenyataan. Tapi berantem sama Hikari itu nyata, dan kadang-kadang mpe sekarang saya juga masih suka begitu sama adik cewekku yang beda 7 tahun itu.

Memang apa yang salah dengan menjadi otaku? Kupikir menonton anime bukan sebuah keanehan untuk anak seusiaku. Entah orang lain berpikiran apa.

Kalau kenang kembali saat itu, aku suka kembali tersenyum. Kehadiran Asahi-kun dalam hidupku seperti datang tuk membalut luka sakit hati karena dikatai childish. Seperti mengulurkan tangannya, menarikku tuk bangkit, lewat kata-kata, “Gue juga suka anime kok. Loe ga sendiri, Fu. Jadi jangan bersedih.”

Sungguh ungkapan yang selalu membuatku bangkit.

Bagaimanapun juga walau kini kenyataannya kami berpisah, aku akan selalu ingat, “karena kehadirannya, diriku yang sekarang ini ada.”

🙂

24 Comments

Leave a Reply
  1. Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cie Cimpphh!!~ *dibekep pake’ sarung*

    Cerita yang bagian atas –rebutan tv sama si Mas a.k.a kakak– sering banget ngalami.,

    tapi yang ketemu cowo cakep yang sama-sama suka anime belum pernah ngalamin, gimana kk FuRa rasanya?., cie-cie *senggol-senggol bahu

    • wkwkwkwk~ YaYaK baca juga (>,<)a *jadi malu*

      hihihi~ iya pastinya (rata-rata) rebutan TV tu jadi pengalaman semua orang ya. mau sama adik kakak orangtua.

      Ehehehehe~ cieciecie… saya juga ga nyangka bisa ketemu ma dia #ehem (^//^)a

      • Cie Cie Cie Cie <<ria error gaje mode on

        Ya Allah, pertemukanlah juga hambaMu ini dengan seorang pangeran tampan –yang suka– anime, agar hambaMu ini bisa merampok koleksi animenya tanpa harus donlod lama pake' modem Semar.,

        Nah~ Lho? ckckckck Ria emang dah error (kena virus Cie Cie), malah ikutan Curhat, mending penting, ini curhat enggak ada penting-pentingnya sama sekali.,

        Ya Sudah~ buat kk FuRa walaupun dirimu tak bersama Asahi-kun, aku sebagai adik (ngaku-ngaku) akan tetap memberi semangat Cie-Cie untukmu., *hug

        SEMANGKA CIE CIE!! Semangat Kakak!! *tereak nari pom-pom

        waduh~ gaje'ya enggak mau di mode off OAO *panik*

        • Amiin… Amiin…
          Hihihi~ ternyata diam-diam kita punya pemikiran yang sama. Aku pun begitu, ngarep punya pacar sehobi tu biar bisa saling berbagi koleksi, hehehe~

          Huaaa~ iya benar T.T teringat dia bukan jodohku jadi sedih, huhuhu~

          Tapi benar, bagaimanapun harus semangat ^-^)/
          Moga ketemu yang setipe n lebih baik dari dia, Amiin m(_ _)m

  2. whoa…Cara ketemu yang unik…jadi mau ngalamin juga(mau banget ya?|nggak mau banget…tapi mau ngalamin juga…)coba kalau bisa…(ㅡ..ㅡㆀ)

    Waktu baca cerita ini jadi ingat waktu 2 hari yang lalu lagi nonton hunter x hunter pas jam 6 sore…terus mama datemg dan lang sung bertanya:”nonton kartun apa ini kak?”…sungguh pertanyaan yang paling bisa bikin naik pohon…eh salah…naik darah maksudnya..hehe…maka dengan sedikit…sedikit apa ya?sudah abaikan…lang sung aku jawan:”ini Anime mama…bukan kartun…”dan begitulah setiap sore…bahkan masih sampai kemarin malam,hidup sebagai satu satunya penggemar anime di Rumah memang berat nampaknya…(ㅡ..ㅡㆀ)

    Mlg chap berikutnya aku tunggu sensei…

    Nggak terasa koken ini terlalu panjang…ok lah…cukup…

    • Wah~ pastinya orang awam suka salah ngerti bedanya anime ma kartun. tapi mereka sih sebenarnya ga peduli, heu~

      Pengen ngalamin? hihihi~ moga kealami (bagian ketemu cowok cakepnya (?) )

      Eh iya MLG in-progress ya.

      Wah ga apa-apa kok panjang juga 😀 hihi~ dan ternyata ga nyangka ini bakal dibaca n di komen ma orang.
      Jadi malu liat curcol sendiri (^-^)a

        • Hmm, sebenernya banyak jg kok yang suka share curhat di blog. Biasanya orang luar negeri tuh, emang udah jadiin blog tempat berbagi kehidupan pribadinya malah ma sesama blogger. Wah~ saya justru ga tau tuh klo soal raditya dika, ehehehe~

          Err, mungkin jarang ada yang curcol di blog coz malu, hehe~ saya pun sebenarnya begitu ^-^)a

      • kalo gitu jangan Raditya Dika…panggilan gaulnya aja…..hmmm….(mikir|emang bisa?!)…aha…kambing jantan…mungkin itu bisa membuat seseorang mengingat siapakah seorang raditya dika itu…

  3. Cieee ciee cieeee
    Ketemu orang tampan yg memberi motivasi buat kaka !!

    Aaaa sering banget rebutan tv ama kaka sendirii -_- jd inget pertama kali nonton naruto tuh pas scene naru, sasu, saku itu berusaha buka masker(?)nya kakashi terus mereka bayangin wajahnya kakashi itu kaya gimana . LOL di situ ketawa ngakak bayangan wajahnya kakashi

    Darisitu mulai ngikutin naruto terus ampe sekarang T_T
    Malahan aku disangka aneh karena aku cewe kok malah demen sama naruto ,, temen cowo yg kenal aku pasti langsung sweatdrop apalagi kalo denger ocehan aku yg bener bener heboh mengenai naruto ,, heeeee aku jg dikatain freak kak ~

    Whatever aja kak buat apa yg orang katakan buat kita lagipula apa yg kita suka itu ga berakibat buruk buat kita , iya kan ?!

    • Wah~ dibaca n dikomen juga ma zogga >„<)a

      Hmm, rata-rata orang pasti punya pengalaman rebutan TV ma anggota keluarga ya.

      haha~ iya aku inget juga tuh episode yang itu. Dan mpe sekarang wajah asli kakashi tetap jadi misteri (wali yakin kayaknya sih ganteng) #ngarep

      Hehehe~ benar sekali, biar dikatai ma orang juga kita harus tetap semangat dan yakinkan pada mereka akan sisi positifnya 🙂

  4. Jiahaha~ tau curcol gaje gape tapi tetep dbaca 😀 *kepo sih*
    ada beberapa bagian yg bikin aku ngangguk2 senasib hehe tp pas ktmu co sehobby blum pernah keke~

    awal.a mau coment d MLG eh krn pas buka malah ktmu ini . Skalian aja coment d sini hehe . habis ini baca MLG dulu ah udah ktinggalan banyak =.=a chap 9 update.a soon ya Furaha-san *maksa* hehe
    segitu aja deh jaa~ 😀

  5. Wah – wah ada curcol dr furaha ya sorry nih aq barusan buka blogmu nih hehehe^^ ~ jadi ingin ikutan komen nih~ klo aq sih terus terang blm pernah ngalamin rebutan nonton tv ya krna aq dan adik2ku yg kebetulan cowok semua punya hobby yg sama yaitu suka sekali dgn anime terutama naruto hehe jadi kita kita jd seru aja klo nonton tuh anime hehe mlh kdng kala ortu kami aja ikutan nimbrung kalo nonton naruto jd yah seru aja haha^ begitu ya pertemuamu dgn si dia , pertemuan yg sweet walo ndak jodoh~ eh kpn nih di updet MLGnya di tggu lho udah seminggu blm ya skrng hehe(^-^) salam

    • Aaaaa____ *malu* dibaca ya? Hehehe~

      Wah~ senangnya itu satu keluarga demen anime *itu bentuk keluarga impianku* hebat ya klo kompak begitu ^-^)b

      Hmm, sebenarnya adik saya sih juga suka anime, cuma ga begitu addict T.T
      Keluargaku juga ga menentang sih, cuma emang rada-rada dipandang gimana gitu. Pikirnya kan anime tuh cuma buat anak kecil doang, katanya aku udah ga pantes lagi T.T huaaaa~ *malah curcol*

      Eh, iya, MLG mungkin jumat. Maaf padahal sudah saya targetkan hari ini, tapi belom selesai T.T

  6. Ikutan nimbrung aja nih, curcol yg sweet za pertemuan pertama dengan seseorang yg kita cinta walaupun berakhir dgn tenda biru# ngaco deh aq# nonton anime ya emang sih ya bnyk atau sebagian orng blng nonton anime kekanakan tp apapun kata orang ~ kambing menggonggong kafilah berlalu~ apaan tuh ndak nyambung hehehe^^ MLGnya aq msh sbr menunggu # weeleh sorry aq lagi galau skrng ini jadinya ngaco isi komennya.# ~ semangat fura

    • OwO dibaca juga. Yang ini sih ga publish di ffn ya, hihihi~ *yaiyalah* kan bukan ff

      Hee~ ternyata dirimu masih inget ma fic sayonara aishiteru T.T yup bisa dibilang ini prekuelnya dala versi saya *bukan sasusaku*

      Ehehe~ maaf untuk keterlambatannya. Sudah semingguan ya MLG ^-^)a iya, saya sendiri akan kejar target selesaikan klo gitu…. #whusss *ilang*

  7. ehem… KEREN!!! aku juga pengen di jodohin sama si Asahi-kun~~ *ngomongapaini?*
    –sebenere sih, pegen punya temen yang sesama Anime kaya gitu.. (-__-||)
    –Dan bener-bener… nyentuh *jangantanyakarenapa!* 😀 XD

    • Whaa~ *kangen* sudah lama tidak melihat komen yamanakas flower, ehehehe~

      Ehem,… aku juga mau klo dijodohin ama dia sayangnya sudah tidak mungkin lagi T-T
      Setuju banget tuh, bukannya kita pilih-pilih temen, tapi memang lebih mengasyikan dan saling mengerti klo yang sehobi. Kyaaa~… bisa otaku-an bareng *that’s my dreams* 😉

      Ahahaha~ so touch-kah? hee~ (^-^)a

      makaish ya udah baca n komen 😀

  8. Hu.huu..
    Jadi pencinta anime satu2nya dikalangan keluarga emang jadi rintangan terhebat dan beban berat yg harus dilewati dengan semangaatt!!! :’D

    Ya Allah, berilah hamba2mu yg pencinta anime ini pasangan yg pencinta anime juga, biar bisa ngrampok semua animenya dngan penuh kasih sayang *lha?*
    Amiinn ya Rabb..

    Keren banget yak kata2nya Asahi-san..
    “Gue juga suka anime kok. Loe gak sendiri, Fu. Jadi jangan bersedih.”

    • wkwkwk… masih ada yang baca ini XD *akupun jadi terkenang* haha
      err, iya ngarepnya sih ky gitu aku juga. akan menyenangkan bila bisa menghabiskan waktu bersama-sama dengan orang yang punya kegemaran yang sama 😀
      walo sebenarnya kisah ama si Asahi ini akhirnya kandas juga T^T *baca fic yang sayonara aishiteru
      ah… sudahlah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.