Nano (ナノ) – Black board

nano

Black Board
=== Papan Tulis ===

Lirik:papiyon
Komposer:papiyon

The tears I cried for you that day are like the tears I cry today
The pain I feel inside reminds me that I’m living every day
The thoughts of you that fill my head go ’round and ’round like yesterday
And all the love I feel for you will bring me through another day
─ Air mata tangisanku untukmu di hari itu seperti air mata tangisanku hari ini
─ Rasa sakit yang aku rasakan dalam diri mengingatkanku bahwa aku hidup setiap hari
─ Memikirkanmu yang mengisi kepalaku berputar-putar seperti kemarin
─ Dan semua cinta yang aku rasakan untukmu akan membawaku melewati hari lain

All around me there are people telling me who I should be
I hate to disappoint you but these are the colors that I see
If there’s just as many colors as there are human beings
maybe I’m just color-blind and missing out on everything
─ Di sekitarku ada orang-orang yang berkata padaku harus jadi siapa aku
─ Aku benci mengecewakanmu tetapi ini adalah warna-warna yang aku lihat
─ Jika ada banyak warna sebanyak ada manusia
─ mungkin aku hanya buta warna dan kehilangan segalanya

Without a word I’m watching as my life keeps passing by
Desperately I’m reaching for the days I’ve left behind
and no matter what I try the colors won’t collide
painting on a canvas of the scars I tried to hide
─ Tanpa berkata aku menyaksikan hidupku terus berlalu
─ Dengan putus asa aku meraih hari yang sudah aku tinggalkan
─ dan tak peduli apa yang aku coba, warna tak akan bertabrakan
─ melukis di atas kanvas bekas luka yang coba aku sembunyikan

I take the dreams that live inside my heart
and splash them across the nightmares in my head
With trembling hands I try to draw the person that I wish that I could be
The feeling of your fingers on my skin it lingers even after all these years
It’s the only color that remains inside my heart
─ Aku meraih mimpi yang hidup di dalam hatiku
─ dan percikannya melewati mimpi buruk di kepalaku
─ Dengan tangan gemetar aku mencoba untuk menggambar orang yang aku harap aku bisa
─ Perasaan jarimu pada kulitku itu tetap hidup bahkan setelah bertahun-tahun
─ Inilah satu-satunya warna yang tersisa di dalam hatiku

Every time I try to look into the shadows of your eyes
I feel that somewhere deep inside, another light within me dies
Every time I try to solve the mysteries hidden in your hands
another hint is washed away and lost inside the hourglass
─ Setiap kali aku mencoba untuk melihat ke dalam bayang-bayang matamu
─ Aku merasa bahwa di suatu tempat jauh di dalam, cahaya lain dalam diriku mati
─ Setiap kali aku mencoba untuk memecahkan misteri yang tersembunyi di tanganmu
─ petunjuk lain lenyap dan hilang di dalam jam pasir

With each breath your memory fades to gray
Losing hold, you try to find the way
Now alone again as silence falls
the only sound is my laughter
─ Dengan setiap napas kenanganmu memudar menjadi abu-abu
─ Kehilangan pegangan, kau mencoba menemukan jalan
─ Sekarang sendirian lagi selama keheningan jatuh
─ satu-satunya suara adalah tawaku

I take the dreams that live inside my heart
and splash them across the nightmares in my head
I close my eyes and try to change the person that I know that I’ve become
The echo of your words inside my mind it lingers even after all these years
I pray that it will never fade inside my broken heart
─ Aku meraih mimpi yang hidup di dalam hatiku
─ dan percikannya melewati mimpi buruk di kepalaku
─ Dengan tangan gemetar aku mencoba untuk menggambar orang yang aku harap aku bisa
─ Perasaan jarimu pada kulitku itu tetap hidup bahkan setelah bertahun-tahun
─ Aku berdoa semoga ini tak akan pernah pudar dalam sakit hatiku

With each breath your memory fades to gray
Losing hold, you try to find the way
Now alone again as silence falls
the only sound is my laughter
─ Dengan setiap napas kenanganmu memudar menjadi abu-abu
─ Kehilangan pegangan, kau mencoba menemukan jalan
─ Sekarang sendirian lagi sambil keheningan jatuh
─ satu-satunya suara adalah tawaku

I take the dreams that live inside my heart
and splash them across the nightmares in my head
With trembling hands I try to draw the person that I wish that I could be
The feeling of your fingers on my skin it lingers even after all these years
It’s the only color that remains will never change inside my heart
─ Aku meraih mimpi yang hidup di dalam hatiku
─ dan percikannya melewati mimpi buruk di kepalaku
─ Dengan tangan gemetar aku mencoba untuk menggambar orang yang aku harap aku bisa
─ Perasaan jarimu pada kulitku itu tetap hidup bahkan setelah bertahun-tahun
─ Inilah satu-satunya warna yang tersisa tak akan pernah berubah dalam hatiku

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
IndoTranslate by Me!! [FuRaha] @furahasekai


Bagi teman-teman yang mau share dan copy paste saya persilakan dengan senang hati
tapi jangan lupa sertakan link alamat di mana anda mendapatkannya, yaitu
http://furahasekai.net
Saling berbagi dan bisa menghargai itu indah!

=== Tinggalkan jejakmu berupa komentar ya teman-teman 😀 Klo kalian suka artikel ini, atau terdapat kesalahan pada artikel ini, atau apapun deh sebagai bukti kunjungan kalian telah membaca artikel ini 😉 ===

Terimakasih! (^-^)/

6 Comments

Leave a Reply

Leave a Reply