Day 1: Lover’s Dream

 

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti event Kampus Fiksi 10 Days Writing Challenge 18 – 27 Januari 2017. Dimana tiap hari saya akan post tulisan di blog sesuai dengan tema yang ditentukan. Dan tema hari ini adalah…

.

.

Day 1

Jelaskan bagaimana tipe kekasih yang kamu dambakan

.

.

Bicara soal dambaan pasti yang terpikir adalah sederet daftar kriteria terbaik yang dimiliki oleh si Tuan Sempurna. Siapa pun tentu ingin memiliki kekasih idaman yang beriman, mapan dan tampan. Sikapnya romantis, pengertian dan perhatian. Pokoknya ideal seperti tokoh pria dalam drama Korea atau cowok keren di cerita-cerita komik serial cantik. Khayalan seperti itu terkadang bikin anak gadis berharap bisa jadi heroine yang beruntung mendapatkan kekasih idaman level tinggi di kehidupan nyata.

Tapi ayolah, semua itu tak akan ada dalam realita. Keberadaan si Tuan Sempurna seperti mitos. Bisa saja muncul satu dari sekian juta lelaki yang ada di dunia. Tapi kalau pun ada, biasanya sudah ada yang punya. Dan kamu yang hidup hanya dengan mencari lelaki dambaan seperti itu akan sengsara bila tahu pahitnya kenyataan.

Lalu bagaimana tipe kekasih yang aku dambakan? Apa aku termasuk yang mencari si Tuan Sempurna? Tidak. Tentu saja aku tak mencari yang semuluk itu.

Aku mendambakan sosok lelaki yang beriman dan sholeh. Justru itu kriteria pertama yang wajib dicari. Supaya mampu membimbing diriku yang kadang masih labil ini agar menjadi manusia lebih baik. Dia pun harus bisa menjadi sosok ayah yang akan jadi panutan anak-anak kami kelak. Dan bersamanya kami membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah yang di ridhoi oleh Allah swt., aamiin

Dia tak harus mapan, tapi cukup punya penghasilan. Karena bagaimanapun hidup tak serta merta bermodalkan cinta, kan? Yang penting bertanggungjawab, mau bekerja keras dan berpikiran jauh ke depan.

Kalau soal tampang, cewek mana sih yang gak suka ama cowok cakep? Aku juga gitu. Tapi mengharapkan dapat yang seganteng Lee Min Ho atau Haruma Miura kan mustahil. Jadi aku pikir itu bukan poin utama dalam kriteria kekasih idaman yang kucari. Ketampanan itu relatif dan menurutku itu cuma bonus kalau kebetulan memang dapat yang good looking. Aku juga sadar dirilah, emangnya secantik apa si gue mpe ngarep bisa dapat yang kece. Tapi klo ditakdirkan dapat yang cakep mah, ya Alhamdulillah, hihihi…

Diluar itu semua sebenarnya sosok kekasih idaman yang selama ini aku cari adalah kekasih yang bisa bikin nyaman. Nah, itu dia, kenyamanan. Asli poin ini penting banget dan susah didapat. Mungkin karena ini pula aku masuk ke tipe orang yang susah jatuh cinta. Bukan karena pilih-pilih tapi karena jarang ada yang ‘sreg’ di hati.

Sebenarnya dalam urusan cinta aku rada kurang percaya diri. Mungkin gara-gara kepribadian dan hobiku juga yang agak eksentrik alias aneh-lah dibanding gadis-gadis lain seusiaku. Berapa banyak coba cewek di penghujung usia 20-an yang masih demen nonton anime, tokusatsu, baca komik, fansgirling-an dan main robot-robotan, hobi ngegunpla? Haha, (sangat) jarang. Belum lagi aslinya aku anak rumahan yang gak gaul dan jarang keluyuran nongkrong di luar. Makanya sudah biasa dikatai sama orang kekanak-kanakan dan kuper, seolah memang dunia tempatku hidup benar-benar berbeda dan jauh dari normal. Itu makanya kali ya suka alami krisis kepercayaan diri juga. Terutama kalau berada di tengah komunitas masyarakat, aku cenderung pendiam dan kaku. Habisnya gak begitu supel dan gak bisa berbaur. Kadang suka bingung ngobrol apa sama mereka yang katanya normal.

Karena itulah yang aku dambakan adalah sosok kekasih yang bisa memberiku kenyamanan dengan membuatku menjadi diri sendiri dan tampil apa adanya. Yang nyambung kalau bicara. Yang tak akan membosankan. Tak kehabisan bahan obrolan. Selalu bisa saling mengerti. Meski tak memaksa harus sehobi sih, tapi pasti akan menyenangkan bila menghabiskan waktu melakukan hal-hal yang disukai bersama dengan orang yang dicintai.

Ya, aku selalu membayangkannya. Mungkin kami akan memilih nonton anime di rumah daripada pergi ke bioskop mahal-mahal. Mendengarkan musik yang sama dan pergi ke konser band favorit berdua. Tak mengeluh lama menunggu nongkrong di toko buku sekedar nyari komik yang seru. Atau saat shopping malah melihat-lihat toko mainan dan berakhir khilaf barang koleksian. Tapi jadinya di akhir pekan kami bisa merakit gunpla bersama dan menambah pajangan baru di rumah. Kyahahaha… ini impian gue banget.

Meski begitu, yang gak sehobi juga gak apa-apa sih. Asal ngerti sama kelakuan bininya kek gini. Karena jujur saja, sampai sekarang belum terpikirkan buat pensiun dari hobi yang biasa rutin dijalani. Jadi kalau bisa lanjut, ya terus aja. Senang bila satu sama lain bisa saling dukung dan tak pernah canggung. Paham bagaimana membuat nyaman dan menghabiskan waktu bersama. Yah, walau kata orang perbedaan itu bisa saling mengisi, tapi persamaan pun mampu melengkapi.

Kalau dari segi sifat dan kepribadian, tentu saja mendambakan orang yang santun, baik dan penyayang. Tak masalah bila dia cuek dan tak romantis, tapi dengan caranya sendiri dia bisa ungkapkan perasaan tulusnya. Dia akan selalu membuatku bahagia karena aku bahagia bersamanya.

Jadi apakah sosok kekasih yang kudambakan itu akan hadir dalam hidupku? Kuharap ada. Tak harus sempurna, sepanjang ada kenyamanan. Semoga segera dipertemukan oleh Allah swt dengan orang yang tepat di saat yang tepat. Dan bisa jadi mungkin si “dia” juga kebetulan baca tulisan ini? #EEHHHH

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.