Day 6: Terserah apa katamu

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti event Kampus Fiksi 10 Days Writing Challenge 18 – 27 Januari 2017. Dimana tiap hari saya akan post tulisan di blog sesuai tema. Dan tema hari ini adalah…

.

.

.: Day 6 :.

Ceritakan tentang hal di mana kamu pernah membanggakan sesuatu sementara orang lain justru meremehkan

.

.

Mepet banget bikinnya, haha. Sempat bingung juga mau nulis apa untuk 10DaysKF hari ini. Habisnya dipikir seharian tadi tentang hal membanggakan sementara orang lain meremehkan sama sekali gak punya ide. Saya bahkan sampai bertanya-tanya sama teman dan orang lain, kali aja ada yang bisa kasih masukan. Dan ternyata lumayan lho, beberapa komentar mereka ada yang membuat saya tersadar bahwa saya bisa bahas tentang sesuatu. Salah satunya adalah blog ini.

FURAHASEKAI. Ini adalah personal blog yang saya kelola selama hampir 6 tahun. Kalau ingat kembali awal-awal saya mulai jadi seorang blogger, melihat perkembangannya dari nol sampai bisa seperti sekarang saya cukup merasa bangga. Ya, saya sendiri tak menyangka dari yang iseng bikin akun free di WordPress ternyata bisa jadi personal web yang punya domain dan mulai self hosting, lalu terus eksis sampai sekarang. Bahkan dulu sempat tak tahu bakal diisi apa blog ini. Tahunya sekarang saya jadikan sebagai tempat untuk menampung hal-hal yang saya sukai.

Orang-orang mungkin ada yang meremehkan ketika saya menghabiskan sebagian waktu saya untuk menulis bahan-bahan artikel dan mengelola blog ini. Mereka pikir buat apa? Apa jadi blogger ada untungnya? Apa menghasilkan uang? Kenapa tak melakukan hal lain yang lebih bermanfaat daripada mengelola sesuatu yang gak ada gunanya? Yah, memang sih buat apa. Dibanding dapat penghasilan dari blog, malah sering keluar duit demi blog deh. Tapi kalau sekedar mencari sebatas materi, saya pasti hanya akan tertahan dalam pikiran sempit seperti itu. Padahal sebenarnya saya blogging karena menulis adalah salah satu kegemaran saya.

Saya tak pernah berpikir menjadi blogger supaya saya bisa terkenal ataupun tulisan saya akan dibaca banyak orang. Saya hanya ingin mencurahkan pikiran saya lewat tulisan. Dan ternyata hasilnya justru membanggakan. Siapa sangka ternyata yang saya tulis di sini dicari sama banyak orang. Karena itulah furahasekai membuat saya jadi bisa bertemu dengan teman-teman baru. Saya dapat banyak pengalaman dan bisa berbagi hal-hal yang saya suka yang ternyata disukai orang lain.

Selain blog, ada hal lain tentang saya yang suka diremehkan orang-orang, yaitu fokus saya untuk menulis fanfiksi. Sempat ada yang pernah bilang, kenapa seorang FuRaHEART (penname saya) gak bikin novel atau orifik saja, kok malah fanfiksi yang karyanya susah dijual karena kendala disclaimer sang pencipta tokoh asli? Hahaha, mendengarnya saya tertawa hambar. Kenapa ya kok fanfik? Ya, karena suka aja mungkin. Sebagai fan kadang kita ingin bikin cerita tentang idola kita, makanya khayalan itu dicurahkan lewat fanfiksi. Saya tak memikirkan apa karya itu akan menjual atau tidak. Akan disukai atau tidak. Yang penting buat saya, saya bikin cerita itu demi kepuasan saya sendiri.

Lalu memangnya itu membanggakan? Ya, tentu saja bangga. Bahkan semakin bangga pas ada orang lain yang baca dan review bilang kalau cerita kita bagus dan mereka suka. Wah, hati bisa sampai terharu saking senangnya. Tak sia-sia ternyata menulis fanfiksi. Terlebih lagi di beberapa fandom/forum ada event ajang penghargaan karya tulis semacam IFA atau Banjir TomatCeri yang saya rasa cukup bergengsi. Dan bisa menang di ajang-ajang tersebut pastinya bangga banget dong.

Tentang kegemaran saya mengoleksi komik atau gunpla pun kadang diremehkan. Mereka pikir itu hanya buang-buang uang atau tak ada gunanya. Ya, memang kalau dilihat secara fungsional sih enggak ada manfaatnya selain untuk kepuasan diri. Tapi saya bisa bangga dengan hal itu karena saya membeli barang-barang itu dengan kerja keras saya sendiri. Ada perjuangan untuk mendapatkannya. Kalau mereka cuma anggap itu sampah dan mainan semata, ugh, salah besar. Ya sama ajalah kayak orang yang hobi traveling, wisata kuliner, berdandan, pergi ke salon, shopping, dan lain-lain. Mereka juga sama-sama menghabiskan uang kan, dan kadang ada yang gak ada bukti fisiknya.

Jadi, setelah menulis ini saya pun menyadari kalau sepanjang kita menikmati apa yang kita sukai, meski dipandang sebelah mata oleh orang lain, kita bisa bangga dengan hal itu. Terlebih bila ada pencapaian positif di dalamnya. Yang bisa menambah ilmu, rasa percaya diri dan membuat kita justru maju. Terkadang mereka bahkan tak tahu pengorbanan dan kerja keras apa yang sudah kita lakukan. Mereka boleh meremehkan, mencibir dan membenci, tapi semoga itu tak menyurutkan tekad kita untuk selalu menunjukkan kemampuan yang kita miliki.

Terserah deh apa kata mereka :p

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.