Day 9: Dear Me

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti event Kampus Fiksi 10 Days Writing Challenge 18 – 27 Januari 2017. Dimana tiap hari saya akan post tulisan di blog sesuai tema. Dan tema hari ini adalah…

.

.

.: Day 9 :.

Tulislah sebuah surat untuk seseorang

.

.

Kepada: Diriku di hari itu

Aku tahu kabarmu sebenarnya tak baik-baik saja. Kau tunjukkan senyummu pada orang lain meski dalam hati kau menangis. Kau menyimpan suatu kegelisahan yang tak bisa kau bagi. Dan kau memilih tuk diam. Kau seperti tengah berada di sudut kegelapan. Sendirian. Minta diselamatkan.

Sekarang, melalui surat ini aku ingin kau tahu bahwa kau tak boleh selalu begitu. Kau tak boleh memendam masalahmu sendiri. Cobalah angkat kepalamu yang tertunduk. Hapus air matamu. Sebentar tenangkan dirimu. Tarik nafas, hembuskan. Ulangi beberapa kali hingga kau merasa cukup baikan. Lalu berdirilah. Melangkahlah keluar dari lingkaran batas ruang tempatmu melarikan diri. Menangis, berteriak, marah, bebas, keluarkan saja emosimu. Tak apa kau melakukannya sesekali. Tapi kemudian berjanjilah kau akan bangkit, jadi lebih kuat dari sebelumnya dan menghadapi semua masalahmu itu. Mengatasinya dan menyelesaikannya.

Kalau kau bingung tentang apa yang harus kau lakukan, kau bisa bicara pada kedua orang tua atau keluargamu. Memang itu hal yang sangat jarang kau lakukan. Tapi kau tak perlu malu. Meminta pendapat dari orang terdekat di saat punya masalah adalah salah satu solusi. Dan mungkin mereka lebih tahu caranya dibanding kau pusing sendirian memikirkannya. Lalu setidaknya mereka tak akan segan-segan membantumu bila kau butuh pertolongan. Kau tak harus memendam semuanya sendiri.

Kau tahu kalau dirimu itu orangnya terlalu tertutup? Mengapa kau tak bisa lebih membuka diri? Padahal di sekitarmu ada orang-orang yang menunggu kau bicara pada mereka. Meski kau selalu berpikir dan merasa cukup hanya dirimu dan Tuhan saja yang tahu masalahmu, tapi tak berarti kau bisa hidup sendiri, kan? Meminta tolong pada orang lain pun bukanlah suatu kelemahan. Karenanya, cobalah bicara pada yang lain. Percayalah mereka tak akan menertawakan dirimu. Mereka justru akan menguatkanmu.

Jadi, kepada diriku di hari itu, berhentilah melakukan sesuatu yang bodoh. Yakinlah pada dirimu sendiri. Setelah membaca surat ini kuharap kau berubah. Agar aku bisa kabarkan bahwa aku sekarang baik-baik saja di sini. Itu karena kau pun telah menjadi lebih baik. Terima kasih.

Dari: Dirimu di masa depan

 

 

2 Comments

Leave a Reply
  1. Kata2nya bagus banget, pas buat aq yg belum bisa terbuka pada orang lain., terima kasih kak fura, aq jadi termotivasi. Sugoi ne, salam kenal juga. aq salah satu fans mu tp jarang review hehe

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.