[Review Lyric Lagu] ONE OK ROCK – Listen (featuring Avril Lavigne)

 

Listen (featuring Avril Lavigne)
=== Dengar ===

 

You always call me full of regret
You want me to save you again
Kau selalu memanggilku dengan penuh penyesalan

Kata ‘memanggilku’ disini berarti mempunyai suatu maksud yang mempunyai beberapa tujuan tertentu yaitu untuk apa memanggil ? Mengapa memanggil yang dipanggil ? Lalu mau bagaimana dan apa yang dilakukan setelah yang dipanggil datang ?. Tentunya, jika kita merujuk kepada tujuan ‘Mengapa memanggil yang dipanggil ?’ akan memunculkan sebuah pertanyaan ‘kenapa ya yang dipanggil gw ?’ atau lebih tepatnya ‘kok mau maunya manggil gw ?’ ya jawabannya mungkin adalah adanya rasa percaya dan sudah dipercaya bahkan sudah di percayakan kalo ‘dia’ yang dipanggil itu bisa memberikan suatu ‘problem solving’ padanya karena jika kita lihat dari lyric ‘selalu’ maka bisa ditegaskan bahwa memang dia terlalu sering memanggil atau bahasa simplenya ‘meminta bantuan’ si ‘problem solving’ nya itu entah itu ortu, cewenya, cowonya, temen akrab, dan lain – lain. Lalu, kok bisa dipercaya ? Oke untuk menjawabnya mari kita lihat lyric yang berkata ‘penyesalan’. Penyesalan disini berarti ketika suatu kondisi sebelum dari seseorang yang menyesal, seseorang yang menyesal tersebut pasti memiliki suatu permasalahan yang melekat pada dirinya dan sudah ada pula seseorang yang mencoba untuk merubah pola pikirnya agar bisa menyelsaikan masalah tersebut yang kita namakan si ‘problem solving’ yang kita sebutkan di atas tadi. Dalam kondisi yang ketika dimana si ‘problem solving’ nya tersebut mencoba untuk membantu si seseorang yang punya masalah tersebut, seseorang yang punya masalah tersebut bisa jadi menolak, mengabaikan, mengegokan dirinya dengan suatu expresi yang tidak secara langsung ditunjukan kepada si ‘problem solving’ nya melainkan dengan suatu expresi yang memungkinkan bahwa si ‘problem solving’ nya tersebut sudah yakin bahwa apa yang dilakukannya tersebut bisa meyakinkan si seseorang tersebut dan merubah pola pikirnya agar bisa menyelsaikan masalah tersebut. Lalu setelah itu kita anggap lah bahwa si seseorang tersebut sudah selesai untuk berinteraksi, kesana kemari membicarakan suatu permasalahan yang di dapatinya dengan si ‘problem solving’ tersebut, akan tetapi di lain sisi ketika beberapa hari, bulan, atau tahun, seseorang tersebut yang sebelumnya sudah di saranin yang baik – baik, sudah di kasih motivasi yang baik – baik, sudah di kasih cara yang mungkin bakal menyelamatkan dia dari kehidupannya yang mungkin agak minim baik dalam segi apapun, seseorang tersebut kembali kepada si ‘problem solving’ dengan suatu kondisi yang ‘penuh penyesalan’ karena seseorang tersebut ceroboh, dan malah membinasakan diri sendiri, udah di kasih saran ‘udah lakuin, gini gini gini aja’ dia malah menolak, dia malah milih dengerin tapi sebenarnya ga dengerin, dan alhasil dia sangat menyesal dan sangat sangat menyesal, kenapa sangat ? Karena mungkin saja yang dipikirkan oleh seseorang tersebut ketika dikasih suatu saran gini gini memang dia sudah tau bahwa itu tuh bagus, tapi ada yang mengganjal dan menghalangi dia untuk melakukannya tanpa berpikir secara logis terlebih dahulu, dan alhasil ketika udah kena nya terhadap dampak yang dipilihnya, maka end, dia menyesal. Maka dari itu, kesimpulannya mungkin untuk perbaikan kita – kita juga, jika ada, jika muncul suatu peristiwa di hadapan kita yang dimana kita masih memilah – milah nya untuk memilih (karna hidup penuh pilihan) mungkin yang kita lakukan hanyalah berpikiran logis dengan mengandalkan suatu sumber yang tepat untuk menyelsaikan permasalahan tersebut, kita hidup, kita memiliki akal, dan kita bisa berpikir, dari situlah kita bisa menetapkan lalu bisa melakukan terhadap apa yang kita pilih sebagai suatu tujuan yang akan menyelamatkan kita.


Kau ingin aku menyelamatkanmu lagi

Pada lyric sebelumnya, pada awalnya, kita sudah mempunyai pertanyaan ‘untuk apa memanggil ?’ dan inilah sambungan nya pada pertanyaan tersebut yaitu jawabannya ya ingin ‘selamat’, karena pada lyric ‘menyelamatkanmu lagi’ jelas bahwa yang diminta adalah ‘keselamatan’. Keselamatan disini maksudnya bagi si ‘problem solver’ bukan berarti harus ikut si seseorang tersebut lalu lindungi agar tidak kena ini itu, jawaban nya bukan demikian, yang dimaksud dengan ‘meminta keselamatan’ disini adalah berarti si ‘problem solving’ nya tersebut menunjukan arah, memberitahu jalan, memberitahu bahwa sebenernya tuh yang bener itu gini, dan yang itu gitu, seperti umpamanya mau pergi ke punclut bandung “Mbak:Mas kalo mau jalan yang bagus kemana ya mas untuk sampai ke punclut, apa lewat ir.h.juanda atau lewat ciumbuleuit ? .. Mas:oh jalan yang bagus itu mending ke ir.h.juanda mbak ada tembusan jalan ke perumahan, kesitu lancar jaya mbak .. Mbak:Oke mas kalo gitu, makasih ya udah di kasih tau kemana yang mulus jalan nya hehe”, dari situ kita bisa bayangkan, jika kita mengendarai di suatu jalan dengan jalan yang memang kita anggap mulus, tenang, adem ayem, maka kemungkinan besar kita pun akan merasa tenang, jiwa kita tenang, senang, dan bahagia, dan kita selamat, akan tetapi ada saja orang yang udah dikasih jalan mulus tapi melanggar, tidak hati – hati, dan ceroboh, lalu terjatuh, dan sakit, ada yang sakit ringan atau sakit parah, dan setelah itu dia merasa ‘menyesal’ karena ceroboh dan tidak hati – hati seperti yang di jelaskan pada lyric yang di atas. Disitu ada lyric ‘lagi’ berarti menandakan seperti yang sudah di jelaskan di penjelasan lyric awal bahwa si seseorang tersebut itu memang sudah di selamatkan pada awalnya tapi ada beberapa faktor dimana dia bisa menolak dan tidak menerima nya, dan disinilah si seseorang tersebut kembali kepada si ‘problem solving’ tersebut untuk meminta agar di selamatkan lagi. Maksud dari di selamatkan disini untuk berbagai macam faktor yang ada di dalam kehidupan kita mau sekarang maupun setelahnya (yang meyakini). Pada umumnya semua orang memang ingin baik, semua orang ingin selamat, semua orang ingin ketenangan, tapi ada satu hal yang menghalangi, yaitu seseorang tersebut bingung bagaimana untuk mencapai semua itu baik di kehidupan sekarang maupun setelahnya (yang meyakini), bagaimana langkah – langkah yang harus dilakukan, dan kemanakah saya harus pergi ? Untuk menjawab kemanakah saya harus pergi awali dulu dengan keyakinan pada diri bahwa kita ingin ‘selamat’ seperti seseorang yang tadi dijelaskan di atas lalu kita cari ‘problem solving’ kita yang akan menyelamatkan kita baik di kehidupan sekarang maupun di kehidupan selanjutnya (yang meyakini).


After all these years, the days go by
I’ve seen you fall a million times
Everybody makes mistakes

— Setelah bertahun-tahun, hari-hari berlalu

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya di lyric awal bahwa bisa saja ketika setelah si seseorang tersebut datang ke si ‘problem solving’ tidak pernah ketemu lagi mau itu beberapa hari, bulan, atau tahun, dan dilyric ini ternyata terjawab bahwa si seseorang tersebut sudah tidak bertemu lagi dengan si ‘problem solving’ tersebut selama bertahun-tahun lamanya dan jika kita hitung ke dalam bentuk hari, mungkin sangat lama sekali. Hari-hari pun berlalu ketika si seseorang tersebut datang ke si ‘problem solving’ meminta saran, motivasi, dan semangat hidup untuk dirinya, dan tidak terasa sudah terhitung dalam bentuk tahun yang dimana sudah melalui proses yang awalnya sudah di berikan ketiga hal tersebut yaitu saran, motivasi, dan semangat hidup kepada seseorang tersebut akan tetapi dengan beberapa alasan dan halangan yang mengganjal, seseorang tersebut menolak dan tidak menerima sepenuhnya, lalu setelah itu kembalilah lagi kepada ke si ‘problem solving’ tersebut karena sudah di percaya untuk memberikan yang terbaik untuk dirinya dan meminta si ‘problem solving’ untuk menyelamatkan nya lagi.


Aku telah melihatmu jatuh sejuta kali

Di lyric yang atas terdapat kata “bertahun-tahun” yang dimana dalam masa bertahun – tahun tersebut mungkin bisa terhitung berjuta – juta kali seperti di lyric ini. Jika kita bayangkan, kita melihat seseorang terjatuh di hadapan kita atau belakang atau pinggir atau dimanapun mungkin hanya sekali saja dan itupun ada orang yang pengen ngebantu ada orang yang ga pengen ngebantu, dan disini pada lyric “melihatmu jatuh sejuta kali” maka sudah bisa kita rasakan seperti apa jikalau misalnya ada seseorang mau itu cowo, cewe, temen, ortu, dll tidak kita bantu dan tidak kita tanggapi apa sebenarnya yang dipermasalahkannya mungkin bisa saja seseorang tersebut tidak ada rasa nyerah, tidak ada rasa bosan, dan tidak henti – hentinya untuk meminta saran kepada si ‘problem solving’ nya akan tetapi si ‘problem solving’ nya mungkin iya meminta saran begini begitu begini begitu, tapi di lain hal si seseorang tersebut ketika ingin memulai suatu aksi untuk menyelsaikan permasalahannya oke untuk pertama kali mungkin sukses, akan tetapi untuk kedua kalinya gagal lagi, ceroboh lagi, yang di denger nya ga sepenuhnya di lakukan, dan alhasil menyesal lagi dan alhasil menghubungi si ‘problem solving’ nya lagi, begitu aja secara terus menerus, dan si ‘problem solving’ nya berkata “woi gw tuh udah liat lu jatuh mulu sampai gw hitung mungkin udah sampe jutaan kali, sadar lu woi, konsisten dong jangan bulak belok aja lu, kalo pengen kelar masalah lu ya kelarin, kalo engga ya jangan, kok di campurin antara iya dan engganah yang seperti itulah contohnya dan menjadi lyric “Aku telah melihatmu jatuh sejuta kali”.


— Semua orang membuat kesalahan

Pada prinsipnya semua orang ada saja yang tidak selalu benar, ada juga yang tidak selalu salah, kenapa begitu ? Karena kita bisa merasakan sendiri ketika kita mengalami peristiwa yang kita alami pada diri kita sendiri, kita sadar bahwa dimana setiap ada kali peristiwa pasti disitu ada sebuah kemungkinan yang akan menyebabkan suatu perbuatan yang benar atau perbuatan yang salah, dan sikap kita menghadapi peristiwa tersebut tentunya harus memiliki suatu ilmu kenapa kita melakukan nya karena dari kemungkinan tersebut kita yang memilih dengan berlandaskan dasar dari yang kita pahami bahwa ini tuh bener, ini tuh salah, dan pada akhirnya semua orang terkadang berbuat yang bener, dan pada akhirnya semua orang terkadang membuat kesalahan juga, dan terbentuklah lyric yang bertuliskan “Semua orang membuat kesalahan” yang merujuk kepada intinya bahwa “semua orang itu pasti pernah membuat kesalahan”.


It feels so hard to watch you hurt
From that pain a lesson learned
This is how you find your way

— Rasanya begitu sulit untuk melihatmu terluka

Jika kita bayangkan melihat seseorang sedang terluka, tentunya ada saja orang yang memang peduli dan tidak peduli, contoh real nya seperti halnya ada sebuah kejadian kecelakaan lalu lintas, lalu kita melihat nya, dan sikap kita terkadang membantu terkadang ada yang tidak juga, terkadang dilihat saja lalu pergi dan terkadang tidak dilihat saja dan mendatangi nya, akan tetapi kita kan manusia, pasti setidaknya ketika melihat suatu peristiwa seperti itu kita sadar dan kita sebenernya ada rasa untuk membantu seseorang yang mengalami kecelakaan tersebut sehingga susah untuk ditolak untuk tidak membantu nya, kita tentunya sebagai manusia mempunyai pemikiran yang cenderung kepada kebaikan, tapi karena ada beberapa faktor yang mengganjal tentunya bisa bermacam – macam, karena ada beberapa kondisi tertentu yang dimana kita tidak bisa membantunya, kita tidak mendatangi seseorang yang sedang kecelakaan tersebut, tapi pada kenyataan nya kita itu ingin, karena kita peduli, karena kita pengen bantu, lalu bagaimana orang yang sikapnya acuh dan pergi ? Ya kembali lagi kepada yang dua tadi, karena ada sesuatu yang mengganjal entah apa itu kita yang menyadari dan meyakininya, ada juga karena kondisi yang dimana kita tidak bisa dulu membantu, contohnya seperti adanya kesibukan lain yang harus kita selesaikan dengan cepat, contohnya seperti misalnya kita sedang buru – buru menuju satu tempat yang dimana ketika melakukan perjalan nya kita sudah memanage waktu kita sudah mengatur waktu kita bahwa saya harus sampai jam sekian, dari situlah sebenarnya kita ingin membantu dan “sulit untuk melihat seseorang tersebut terluka”, karena faktor tadi ya kita sulit untuk melihat seseorang tersebut terluka ya kalo bahasa sunda nya mah “karunya euy di cicingkeun wae geus ripuh kitu teh, hayang urang ngabantuan si eta”.


Dari rasa sakit itu ada sebuah pelajaran yang dipelajari

Tentunya kita pasti pernah masuk ke jenjang persekolahan mau itu TK,SD,SMP,SMA/Sederajat,dll. Ketika kita mengalami masa – masa itu, tentunya kita di didik harus bisa belajar dengan bener, dengan harapan agar bisa memperoleh hasil yang memuaskan, dengan tujuan agar bisa memahami konsep materi yang di pelajari nya. Dalam memahami konsep materi yang di pelajari nya, tentunya harus melalui beberapa proses terlebih dahulu, adanya masalah, kemudian kita pecahkan, ketika ingin memecahkan nya kita mencari sebuah referensi, dan dari referensi tersebut kita mencoba untuk berpikir dan mengaplikasi kan nya sesuai dari masalah soal yang kita hadapi tadi, lalu dari situlah kita menghasilkan suatu jawaban yang dengan seyakin yakin nya bahwa jawaban itu “benar” dari hasil referensi tersebut yang menjelaskan cara – cara menyelsaikan masalah persoalan nya dengan proses berpikir dan memahaminya. Oke itu adalah perumpamaan dimana ketika kita menjalani proses belajar tepat nya, dan tidak hanya di sekolah saja, saya tadi mencantumkan tingkatan – tingkatan nya karena pada umumnya kebanyakan ada yang menjalani tingkatan – tingkatan tersebut supaya jelas juga bahwa kita itu pernah menjalani nya dan mengalami proses belajar mau itu dalam keadaan serius atau tidak. Jika kita lihat dari kata “rasa sakit” mungkin ya emang sakit, sakit yang kita rasakan “Sakitnya disini, di dalam hatiku” wkwk ya pasti semua manusia pernah mengalami sakit, kalo ga pernah ngalami sakit pasti keras kali ya tuh hatinya wkwk, mau sebaik – baiknya orang, mau seedan – edan nya orang, tetep pasti pernah ngalami sakit, tapi tunggu dulu yang dimaksud disini tidak hanya sakit secara jasmani/fisik, tapi sakit yang menyerang hati juga, karena pada prinsip nya segala apapun yang datang kepada kita, peristiwa apapun yang datang kepada kita, itu terdapat pelajaran bagi orang – orang yang mau memikirkan, bagi orang – orang yang berakal, dari prinsip tersebut kita membahas konteks “rasa sakit”. Dari rasa sakit yang kita rasakan, dari kondisi ketika kita terjatuh, mau apapun itu kondisi nya seperti apa, mau itu peristiwa nya seperti apa, tidak banyak orang yang memikirkan dan bertanya – tanya “kenapa ya kok gw jadi sakit gini ?” dan tidak banyak orang juga yang tidak memikirkan alias acuh aja ketika sakit udah kelar “ah lanjut aja dah sakit ginian bentaran aja” ya memang bener kalo kita itu mungkin tidak seharusnya harus bersedih terlalu lama ketika mengalami kesakitan, kita tidak seharusnya harus menderita terlalu lama ketika mengalami kesakitan, tapi setidaknya kita selanjutnya harus memulai suatu proses berpikir seperti halnya tadi ketika saya umpamakan ke permasalahan sekolah di atas, bahwa ketika kita mempunyai masalah pada soal, kita cari referensi nya, kita juga semestinya mencari referensi agar bisa menjawab “kenapa ya kok gw jadi sakit gini?” dengan sebuah referensi yang benar pasti nya terbukti ketika ketika melakukan nya, dan benar pastinya terbukti ketika dilakukan oleh seseorang yang sebelumnya mengalami juga kesakitan dan alhasil bisa sembuh lalu lanjut untuk maju kedepan, setelah mendapatkan referensi tersebut barulah kita sadar bahwa “oh ternyata gw sakit gini tuh karena mungkin karena ini ya” dari situlah kita mendapatkan sebuah “pelajaran” bahwa dari kesakitan tersebut kita katakan “tidak” untuk tidak melakukan nya lagi untuk permasalahan yang membuat aktifitas kita terhambat, dan dari kesakitan tersebut kita katakan “ya” untuk permasalahan yang membuat aktifitas kita semakin maju dan bergantung. Maka dari situlah, sebenarnya dalam hal apapun, dalam peristiwa apapun yang datang kepada kita, sebenarnya terdapat pelajaran seperti contoh kasus “kenapa ada dia datang ya, kenapa saya terkena musibah ini ya, kenapa saya kehilangan barang ini ya, dan lain – lain” dan kita harus mengetahui nya “kenapa ya selalu ada peristiwa ini dan itu” ya kita harus ambil sebuah referensi untuk kehidupan kita (kalian mengetahui nya kan apa itu?), tapi ada syarat nya untuk mengambil pelajaran, yaitu untuk orang yang ingin berpikir saja.


— Inilah bagaimana kau menemukan jalanmu

Ya tentunya seperti yang sudah di jelaskan di lyric sebelumnya, bahwa ketika kita menerima rasa sakit kemudian kita menyelsaikan nya dengan suatu referensi logis yang membantu kita untuk menyelsaikan nya, dari situlah kita bisa “menemukan suatu jalan” untuk kehidupan yang lebih baik yang akan datang kepada kita untuk suatu proses langkah – langkah yang akan kita jalani yang akan tercermin ke dalam diri kita bahwa kita itu akan seperti apa di masa yang akan datang, dari mengambil pelajaran tersebut lah, kita bisa membuat suatu perubahan pada diri kita untuk menjadi diri pribadi yang lebih baik bagi orang yang ada disekitar kita, keluarga kita, teman kita, orang – orang yang paling kita cintai, agar kita dan mereka itu orang yang terdekat dengan kita bisa selamat dan akhirnya kita menemukan sebuah jalan untuk hidup kita dengan berkata pada diri kita sendiri bahwa “oh ternyata setelah saya mencari dan menemukan suatu cara yang logis untuk menyelsaikan permasalahan saya, saya sadar bahwa ini akan berdampak kepada diri saya untuk sekarang dan masa yang akan datang, serta menunjukan kepada saya bahwa inilah jalan yang lurus, suatu jalan yang akan membuat saya selamat dan bergantung dengan penuh keyakinan bahwa apa yang saya lakukan ini akan tercermin untuk menjadi suatu pandangan lebih baik lagi bagi orang yang ada di sekitar saya, terutama orang tua saya yang sudah membesarkan saya, dan teman – teman saya yang sudah membantu saya untuk mendorong saya menuju suatu penyelsaian masalah hidup yang tentunya akan menjadi suatu pelajaran yang berharga untuk lebih bersemangat lagi dalam menjalani kehidupan ini.”. Nah dari situlah, dari cakap – cakap seperti itulah, maka akan terbentuk lyric yang berkata bahwa “Inilah bagaimana kau menemukan jalanmu”


You feel so lost I’ve been there too
Skies so dark no way through
Stories only scars can tell

— Kau merasa begitu tersesat, Aku pun pernah juga

Pada penjelasan yang di atas tadi saya sudah menjelaskan tentang seseorang yang mendapat pelajaran itu seperti apa, dari mana, bagaimana solusinya, dan lain – lain, dan dari situlah kita akan mendapatkan sebuah pemikiran bagaimana yang dimaksud dengan lyric ini. Kata “tersesat” disini maksudnya jika kita umpamakan kedalam kehidupan nyata dimana ketika kita sedang dalam kondisi menginginkan sesuatu yang merujuk kepada pencarian yang kita lakukan maka terkadang kita tersesat, contoh sederhana nya “Duh kok gw jadi ke arah sini ya, padahal gw tadi udah yakin bener, belok kanan dulu terus lurus dikit ketemu persimpangan masuk gang ke kiri ketemu deh no 56 rumahnya, kok bisa ya”, dari pencarian tersebut tentunya membuidtuhkan salah satu komponen yang berhubungan dengan kasus pencarian nya yaitu “petunjuk arah”. Seperti pada contoh tadi, ada 2 kemungkinan yang dilakukan nya, yang pertama dia udah dapet petunjuk dan bisa jadi lupa, atau bisa jadi liat tapi tidak memahami nya dan pura – pura paham bahwa jalan nya tuh kesini kesini terus kesini, sedangkan untuk kemungkinan yang kedua orang itu tidak mendapat petunjuk dan pengen nya nyoba nyoba aja, dengan rujukan sebuah alamat yang mungkin memang deket dengan alamat yang di tuju nya “nyoba dulu ah ke jalan sini siapa tau ada penunjuk arah nya” oke dari situ bisa saja ada penunjuk arah kaya sebuah nama jalan nya kan suka ada di pinggir pinggir atau di atas jalan nya atau bisa saja penunjuk arahnya itu merupakan seseorang baik itu teman atau keluarga dan bisa saja juga melalui teknologi google maps, dan dari perumpamaan itulah kita bisa simpulkan jadi “ketika kita ingin melakukan sesuatu kita pasti memerlukan suatu penunjuk arah dulu biar kita enggak tersesat, kita pengen nya enggak tersesat, dan semuanya baik – baik aja sesuai apa yang kita harapkan”. Dari kesimpulan itulah, maka apabila kita sambungkan kedalam kehidupan keseharian kita yang dimana dipenuhi dengan segala macam aktifitas yang kita lakukan sesuai dengan peranan nya masing – masing, dengan kita berbaur dengan lingkungan yang beragam mau itu di sekolah atau lingkungan kita masing – masing yang saling berbaur satu sama lain, terbentuklah suatu pengaruh yang mungkin antara sadar dan tidak sadar kita melakukan suatu aktifitas yang berpengaruh terhadap diri sendiri yang akan menjerumuskan kita kedalam kebinasaan, kebinasaan disini bisa di bilang merugikan diri sendiri maupun orang yang ada di sekitar kita yang paling dekat dengan kita, dan yang dimaksud dengan merugikan diri sendiri disini cangkupan nya tidak selalu besar akan tetapi pada hal terkecilnya pun ada, sehingga akan kita dapatkan bahwa yang dimaksud dengan “tersesat” disini pandangan nya bukan hanya secara global, akan tetapi secara lokal pun sampai hal terkecil nya pun sama, contohnya melakukan hal yang melanggar yang pernah kita lakukan di zaman dahulu kala pada saat kita lagi seneng – seneng nya nikmatin masa SD, SMP, atau SMA , dan kita itu enggak tau bahwa yang kita lakukan itu ternyata pada kenyataan nya banyak yang salah nya dan kita memandang nya ketika kita udah berumur dewasa itu pasti merasa agak sedikit aneh dengan suatu perubahan yang memang ada dalam diri kita sehingga kita berkata bahwa “kok bisa gw kaya gini ya dulu” dan itu adalah sesuatu hal yang wajar, dan mungkin semua orang pasti mengalami nya walau sampai hal terkecil dalam aktifitas kehidupan nya, maka dari situlah kita dapatkan intinya bahwa yang dimaksud dengan lyric “Kau merasa begitu tersesat, akupun pernah jugaya bisa jadi seperti yang di jelaskan di atas, karena pada kenyataan nya semua orang pasti ngerasain dulu sesuatu yang salah nya itu, lalu ada yang memperbaiki setelahnya, ada juga yang tidak memperbaiki setelahnya, karena pada prinsipnya hanya kita yang menentukan suatu pilihan, karena dari pilihan itulah jalan ada untuk maju kedepan bukan ke belakang, kalo kebelakang ya emang punya kaca spion nya buat liat kebelakang ? (skip) . Jadi, mungkin itu yang kita anggap “salah” itu bisa dibilang juga “tersesat” karena kita awalnya ga tau apa – apa ngelakuin, kita ga tau bener salah nya kita ngelakuin aja, kita sadar bahwa ternyata setelah mendapat dampak maka munculah suatu “pelajaran yang harus dipelajari” dari sebuah “petunjuk” yang menunjukan kita bahwa ini tuh “bener”.


— Langit yang begitu gelap tak mungkin dilalui

Penjelasan pada lyric ini mungkin akan bersambungan dengan penjelasan pada lyric sebelumnya yang dimana ada kata “tersesat”nya dan “gelap”nya. Pada lyric ini seperti mengisahkan ketika kita dalam keadaan tersesatnya yang dimana gelapnya dalam kesesatan itu seluas langit. Ada orang yang bilang “ah hidup lu mah gelap, ga ada harapan lu”, kenapa orang tersebut bisa bilang hidup lu mah gelap ? Oke kalo berkatanya seperti itu mungkin gelap itu gak enak ya ? Contoh aja mati lampu di rumah terus gelap, ya kita mau kesini susah mau kesitu susah, sekalipun maksain pasti nabrak sana sini kan ? Ya beda halnya dengan seseorang yang mempunyai penerangan ya kita bisa di terangi mau sama lilin atau apapun itu yang penting keliatan dan kita bisa kesana kemari dan kita liat biar kita ga nabrak, nah sama disini juga seperti perumpamaan mati lampu tersebut, jadi ketika kita dalam kondisi yang sedang dalam sesat sesatnya dan emang tersesat sekali “pada dulunya itu”, dan tersesat sekalinya itu adalah banyak sekali, ya ini lah itu lah, intinya kacau lah, nah dari kekacauan tersebutlah maka seperti luas nya langit, yang emang meluas banget sesat nya, udah ini itu udah itu ini, dsb. Jadi, yang dimaksud “tak mungkin dilalui” itu, ya kita dulu susah untuk melewati si langit yang gelapnya tersebut, susah untuk ninggalin hal – hal yang menyangkut pautkan kesesatan yang pernah kita lakukan dahulu yang banyak sekali (seperti seluas langit), dan kita berkata “tak mungkin” itu mungkin ada beberapa faktornya bisa aja susah, bisa aja males, bisa aja ga ada dorongan, bisa aja ga ada pemicu, bisa aja ga ada tujuan nya setelah berubah dilakukan kira – kira mau ngapain, bisa aja emang sudah nyaman dengan lingkungan yang kita tempati nya. Maka dari itu, untuk hal seperti itu memang pada kenyataan nya, dengan suatu kondisi kita dahulu yang dimana kita mungkin masih tidak tau apa – apa, maka saatnya kita harus tau apa – apa ketika kita beranjak dewasa, karena dari situ kita bisa memandang antara yang ada di belakang dahulu dengan apa yang akan datang kemudian untuk dipersiapkan dengan sesiap siap nya, ya mungkin kita udah gede juga, setidaknya kita bisa mengfungsikan akal kita dengan semaksimal – simal nya sehingga kalo bahasa sunda nya mah “maneh teh jang era geus gede atuh mikir kadinya da maneh teh pasti nikah, boga keluarga, boga budak, can indung bapa mun kolot maneh aya keneh, can gawe di pikiran, jeung nu lain na, kamari mah jadi budak leutik, ke mah boga budak leutik, memulai mah gampang, mempertahankeun ngurus na anu rada kudu di kontrol tehwkwkwk nah jadi seperti itu sepatah dua patah katanya, yang ga ngerti belajar dulu ya wkwkwk.


— Kisah hanya bekas luka yang dapat bicara

Kita pasti pernah merasakan kesakit hatian entah itu apa faktor nya entah itu gimana awalnya yang jelas kita pasti pernah sakit hati, dan itupun kita terkadang membekas lama sekali, dan terkadang udah sembuh dengan waktu yang relatif cepat dan tidak terlalu lama. Jika kita bayangkan sebuah kisah maka yang muncul mungkin akan tergambarkan suatu peristiwa yang pernah kita alami sebelumnya, baik itu kapan atau dimana tempat kejadian TKPnya. Dalam kisah tersebut mungkin ada beberapa orang yang mengenang nya, ada juga yang tidak malah lupain aja dan alhasil masih ada aja yang nyoba lupain tapi ga lupa – lupa wkwk (dan itu mungkin harus mendapat pelajaran terlebih dahulu wkwk). Dilain itu, ada juga seseorang yang menjadikan kisah nya sebagai suatu bentuk pelajaran baginya yang dimana pada kisah tersebut akan memperbaiki dirinya untuk terus lebih memperjuangkan dirinya untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan nya dengan suatu tujuan yang ingin dicapai nya juga, dilain itu ada pula seseorang yang menjadikan kisahnya hanya sebagai suatu peristiwa yang terlewat saja dan tidak mau di ungkit – ungkit lagi dengan suatu pengharapan yang nihil untuk direncanakan kedepan nya dan biasanya yang seperti itu lah yang akan menghambat dirinya sendiri untuk lebih mengoptimalkan diri sendiri agar selalu terus berkembang dan melakukan perubahan. Lalu apa yang dimaksud dengan “bekas luka yang dapat bicara” dalam suatu kisah ? Dimana – mana dan mau sampai kapanpun kalian coba kalian ngomong ke sebuah luka misalnya yang ada di tangan kalian atau kaki atau apalah, kira kira bakal ngomong balik kagak ? Seperti “hai luka, lagi apa ?” (nanya ke luka di tangan) ya jawabannya kagak mungkin ngejawab balik, nah jadi maksud nya bukan kaya gitu melainkan itu adalah sebuah perumpamaan yang yang dimana si bekas luka tersebut itu seolah – olah berbicara kepada kita, berbicara apa ? Ya berbicara nya macam – macam tergantung peristiwa yang terjadi ke kita itu seperti apa, masalah yang menyerang kita itu seperti apa sehingga bisa menimbulkan bekas luka, dan lebih tepatnya itu si bekas luka nya itu memberi tahu kita bahwa “pelajaran nya kenapa saya bisa terbentuk luka karena ini loh” (si bekas luka berkata), dan itupun kita terkadang menerima nya dan terkadang tidak menerima nya (seperti yang dijelaskan di penjelasan lyric di atas). Jadi intinya ya si bekas luka itu bakal kita ketahui maksud apa bisa dapet luka kaya gitu dan terbentuklah lyric “Kisah hanya bekas luka yang dapat bicara”.


I’ve got so much love for you my friend
Ride or die until the end
But only you can save yourself

— Aku punya begitu banyak cinta untukmu, kawan

Di lyric terakhir dalam baris ini terdapat kata “kawan” yang dimana sudah dapat kita ketahui bahwa yang dimaksud disini si “seseorang” nya tersebut adalah seorang teman/sahabat/teman dekat atau apalah yang intinya seperti sebuah kawan (selebihnya bisa di cari di google kawan itu apa), dan kawan disini bisa seorang lelaki bisa perempuan yang jelas mungkin bukan untuk cewenya/pacarnya/apalah karena ada kata kawan nya itu (Correct me if im wrong :p). Lalu kok ada cinta ? Ya, yang dimaksud cinta disini adalah rasa kepedulian, rasa saling mengerti, rasa saling tolong menolong dan bukan cinta yang enggak enggak (apa itu enggak” ? Wkwk). Jadi, jika kita lihat dari awal penjelasan lyric yang paling atas tadi maka yang dimaksud dari “aku punya begitu banyak cinta” ya si “problem solving” nya itu punya banyak sekali rasa yang sudah disebutkan barusan rasa nya apa aja, entah itu dari pengalaman si “problem solving” nya sendiri ketika mengalami kejadian hal yang sama terus mencoba untuk membantu si seseorang nya tersebut berdasarkan pelajaran yang sudah di dapat dari si “problem solving”nya, ya contohnya seperti seorang guru di kelas yang dulunya pernah belajar juga dari guru untuk menyelsaikan masalah soalnya, lalu di ajarkan kembali kepada yang membutuhkan nya yaitu siswa, sama halnya perumpamaan tersebut seperti hal ini, si “problem solving” juga pernah dapet saran nya harus gini harus gitu dari si “problem solving”nya dahulu yang kalo di umpama tersebut yaitu seorang guru, lalu si “problem solving”nya tersebut mencoba memberitahu kembali kepada si “seseorang” tersebut seperti apa yang pernah di kasih tau oleh si “problem solving” dari si guru “problem solving”nya tersebut, maka dari kata “memberitahu” tersebut bisa kita bayangkan bahwa di dalam pembicaraan yang disampaikan oleh si “problem solving”nya tersebut terdapat banyak cinta yang dimana bisa kita sebut banyak “kebaikan” di dalamnya yang bisa kita peroleh maka terbentuklah lyric “Aku punya begitu banyak cinta untukmu, kawan”


Hadapi atau mati sampai akhir

Ketika kita melihat lyric ini mungkin timbul pertanyaan, hadapi siapa ? Dan mati kaya gmana ? Oke kita akan bahas dari dua pertanyaan itu. Kata hadapi yang kita kenal mungkin kebayang nya langsung seperti ada di sebuah pertarungan di mana ada 2 kubu yang saling berperang, yang kubu 1 bilang “serang…” terus kubu dua juga bilang “serang…” dimana kedua kubu itu saling bertarung dan kata hadapi itu identik nya pada kondisi ketika bertarung. Bertarung disini juga bukan berarti melalui fisik yang kita maksud, bukan fisik yang saling menyakiti orang lain seperti hal nya main tinju, tapi bertarung dengan diri sendiri ataupun lingkungan sekitar, bertarung dengan apa yang kita pikirkan bahwa itu tuh mengganjal di pikiran kita mau itu dari dampak lingkugan yang kita cermati seharian, mau itu dari kita yang melihat dalam rutinitas kehidupan kita yang kita jalani atau apapun itulah yang membuat kita memaksa kita untuk bertarung, contoh sederhana nya “rasa males”, terkadang ketika mau bangun pagi terus di suruh mandi kadang males juga karena mungkin ada beberapa faktor salah satunya mungkin rasa dingin atau yang lain nya dan itu tuh kita sedang battle 1 vs 1 dengan lawan kita, yaitu diri kita dengan hawa nafsu kita yang ingin nya ga mau mandi tapi harus mandi karena mungkin ada kegiatan lagi di pagi harinya yang memaksa kita untuk bertarung dengan rasa males tersebut dan tentunya ini bukanlah pertarungan fisik tapi pertarungan antara diri kita sendiri dengan hati kita sendiri, dan pada akhirnya kita harus menyikapi terhadap musuh kita yang sebenarnya itu mau kaya gimana terlepas dari kalian jika kalian punya musuh yaitu dalam bentuk seseorang (ga baek musuhan hahaha) itu bukan lah hal utama dan bukan yang di utamakan, musuh utama kita yaitu diri kita sendiri, bukan sia dia, bukan si abang, akang, eneng, teteh, siapapun itu, dan kita harus bisa menang dari diri kita sendiri untuk menghilangkan rasa – rasa yang membuat kita mungkin merasa terganjal kaya ada yang nyumbat dan kita perlu pembersih nya untuk membersihkan dan kita beli pembersih nya ya harus nanya “mas kemana beli nya ya buat ngebersihin ini?” dan bukan membeli ke toko, tapi nanya ke seseorang yang kita sebut sebagai “problem solving” jikalau kita masih belum punya pembersih nya, dan dia pasti bakal ngasih tau “nih kalo mau pembersih nya, pergi aja ke sini, insya allah bakal ngebersihin yang nyumbat ituyang nyumbat tersebut bermacam – macam, mau kotoran, mau benda, mau apapun itu dan kita harus bersihin nya, bersihin selang kita yang ada di diri kita. Maka dari itu, jika kita udah punya si seseorang nya tersebut untuk beli pembersih nya dimana, lalu kita udah mempunyai pembersih nya, maka selanjutnya kita mencoba untuk “membersihkan nya” dalam artian “menghadapi nya atau hadapi” yang dimana pasti si kotoran tersebut juga sedang menyerang kita menyumbatkan kotoran – kotoran nya ke dalam diri kita dan kita harus bisa nyerang balik yaitu dengan membersihkan nya, seperti hal nya ada seorang bos nyuruh prajurit “bersihkan tempat itu ! Bersihkan sampah sampah itu ! Lu kira yang namanya bertarung tembak – tembakan aja ? tonjok – tonjokan aja ? lu lagi perang tuh sama sampah, bersihin sampah nya !”, nah jadi seperti itu mungkin yang dimaksud dengan kata “hadapi” itu yang ada pada lyric ini. Lalu, kalo maksudnya “atau mati sampai akhir” kaya gimana ? Kalo mati di sangkut pautkan dengan kata bertarung tentunya mati merupakan fisik yang sudah tidak sadarkan diri dan tidak bisa hidup lagi kalo secara umumnya seperti itu, akan tetapi disini maksudnya bukan seperti itu melainkan seperti perumpamaan yang tadi jika kita tidak mendapatkan pembersih nya dan tidak menggunakan pembersih nya untuk membersihkan maka insya allah akan rusak mau itu secara sadar atau tidak sadar karena kotoran – kotoran yang sedang menyumbat di dalam selang kita lama – kelamaan akan merambat kemana – mana dan akan rusak, seperti contoh lain nya mesin, kompor, atau hal lain nya yang sampai bisa menjadi kotor banget dan akan menjadi tidak nyaman lalu akan membuat kita menjadi sulit untuk beraktifitas mau itu menggoreng, menyalakan motor, atau apapun itu karena kita tidak pernah membersihkan nya, seperti itu perumpamaan nya dan perumpamaan tersebut sama seperti selang yang ada di hati kita kalo kita tidak pernah membersihkannya ya mau gimana lagi, mungkin selang lama kelamaan kotor, dan kotoran – kotoran nya merambat kepada diri kita terhadap komponen – komponen lain, dan alhasil orang lain bisa aja liat kita dan memandang kita “hmm kok dia kaya lemes terus ya hidupnya” ya mungkin ada sebagian yang bisa jadi kalo kita ga bersihin memandang nya menjadi seperti itu, dan dari hal tersebut kita bisa mendapatkan intinya bahwa yang dimaksud dengan “kekotoran” yang selama – lamanya bisa jadi kita menjadi “mati” dalam artian bukan mati secara fisik atau bisa juga secara fisik, tapi lebih tepatnya mati hatinya, mungkin hanya ada sedikit hal kebaikan dari suatu sisi, dan mungkin aja tidak tergantung bagaimana kita mengontrol hati kita, dari situlah maka akan terbentuk lyric yang dimaksudkan tadi seperti “Hadapi atau mati sampai akhir”, dan “sampai akhir” itu adalah sebuah penegasan bahwa memang kalo udah mati (secara hati), maka akan rawan sekali dan bisa sampai akhir kita hidup (secara fisik) apa yang mau kita bekal jika kita yakin bahwa memang setelah mati kita ada kehidupan selanjutnya (bagi yang meyakininya), kalo bahasa sunda nya mah “bebersih sia teh, geus mah kotor bau deui.


— Tetapi hanya kau yang bisa menyelamatkan dirimu sendiri

Mungkin pada penjelasan di atas kita sudah panjang lebar pada bahasan yang kita bahas dengan adanya sempilan – sempilan kisah yang dimana ada si “seseorang” yang membutuhkan si “problem solving” untuk menyelsaikan masalahnya, dan disini kita akan coba memandang terhadap keyakinan kita untuk bener – bener melakukan suatu perubahan yang bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Yang dimaksud dengan “hanya kau yang bisa menyelamatkan dirimu sendiri” perkataan si “problem solving”nya dan kalo kata si “seseorang” nya mah “hanya gw yang bisa menyelamatkan diri gw sendiri”, seperti yang udah saya katakan barusan bahwa pada penjelasan di atas yang awal – awal lyric si “seseorang” tersebut seperti meminta solusi kepada si “problem solving” untuk menyelsaikan masalah nya dengan penuh penyesalan, maka yang dimaksud di lyric ini seperti si “problem solving” nya berkata kepada si “seseorang”nya, contoh ada si Udin sebagai si “problem solving” dan ada si Andi sebagai si “seseorang”nya tersebut “Andi: din, bener dah gw nyesel banget dulu gw pernah minta bantuan ke lu buat nanganin masalah ayam gw ilang dan alhasil gw itu ada rasa ga percaya” dikit waktu itu sama lu tapi gw gak bilang, gw hanya bisa percaya ke lu dan ga ada sp sp lagi yang mau gw curhatin, jadi apa lu mau bantu gw lagi nih din ? … Udin: ya mau sih mau, ya gw jga prihatin liat lu kek ada aja masalahnya kek gak tenang hidup lu ndi, gw dulu dah bantu lu tapi alhasil ternyata kenyataan nya gtu, tega lu ma gw, yaudah itu mungkin udah lama dan gw bakal maafin lu, gw bakal bantu lu sekarang, tapi ada sesuatu hal lagi yang pngen gw omongin ke lu. … Andi: apa tu din ? … Udin: ya lu dengerin dulu gw ngomong belum selsai ngomong dah nanya aja lu, dengerin dulu baru nanya, mau gw bantu ga nih ? … Andi: ya din maaf, saking semangat gw lupa rambu, hehe … Udin : hari ini gw bakal bantu lu, tapi gw bakal nanya dulu, lu bener nih seriusan mau denger gw apa enggak ? Bakal dilakuin apa engga nih apa yg gw omongin ke lu ? Nanti kaya dulu lagi deh … Andi: ya din gw serius ini, jadi lu tadi mau ngomong apa kok malah nanya balik din … Udin: ya gw ngecek dulu lah masa gw asal ngasih langsung solusinya dan malah masuk kanan keluar kiri kuping lu ndi, gw mau ngomong nih … Andi: ya mau ngomong apa din daritadi mau ngomong mau ngomong tapi wacana doang lu … Udin: ya sabar gw perlu tenaga ini, ya jadi intinya gini aja, yang punya masalah kan elu, dan masalah itu tersimpan diri lu, dan itu membuat hati lu agak gimana – gimana, jadi ya awalnya dari diri lo dulu apa lo bener – bener mau apa engga, baru minta saran ke gw, di kalimat terakhir barusan kata si udin ya harus “bener – bener dulu, jujur dulu ke diri sendiri, bahwa kita itu bener – bener pengen dengan menggunakan hati kita dan enggak cuman lisan doang, jadi itulah yang maksudnya “hanya kau yang dapat menyelamatkan dirimu sendiri”, jadi dari diri sendiri dulu konsistenin.


You just have to
— Kau hanya perlu

Listen, listen
I hope that you know
Listen, listen
I won’t let you go
I wish I could save you from the pain you’ve been through
And all I can tell you is the best thing to do
(You gotta)
Listen, listen
Listen, listen
Listen, listen
To your heart

— Dengar, dengarkan
— Aku harap kau tahu

Jika di gabungkan dari ketiga lyric di atas maka akan menjadi bentuk kalimat “Kau hanya perlu mendengarkan, aku harap kau tahu” yang merujuk kepada sebuah pemberitahuan yang dimana ya si seseorang nya tersebut harus tahu. Harus tahu disini mungkin agak sedikit memunculkan pertanyaan dan mungkin ada beberapa sebab tertentu. Pertanyaan yang terlontar dari diri kita mungkin, mendengar apa ya ? Sampai mengharapkan sebegitunya untuk mendengar. Dari pertanyaan itu, jika kita lihat di bagian paling atas pada penjelasan lyric nya mungkin menyangkutpautkan dengan permasalahan yang terjadi, entah itu permasalahan apapun yang memang betul – betul harus di perbaiki, maka dari itu harus di dengar karena ada saja orang yang berkata “oh iya oke oke begitu ya” tapi sebenarnya dia tidak mendengar. Dari permasalahan itulah mungkin ketika seseorang tersebut meminta saran/jalan pada si problem solvernya maka harus di dengar karena ini merupakan suatu saran/jalan yang memang akan merubah hidupnya sehingga akan merubah pola pikir dari yang awalnya mungkin banyak masalah dan ruwet untuk menyelsaikan masalahnya menjadi seseorang yang gampang menghadapi masalah dan akan menganggap bahwa masalah tersebut adalah hal yang biasa untuk di hadapi. Maka dari itu, yang dimaksud dengan “Aku harap kau tahu” itu menjadi suatu kalimat yang memang ada sesuatu di dalamnya, dari munculnya pengharapan tersebut ada sesuatu yang memang akan benar – benar merubah pola pikir, karena misalkan yang dimaksud dengan “Aku” disitu adalah si problem solver, dan “kau” disitu adalah si seseorang nya yang kita perumpamakan pada penjelasan sebelumnya. Problem solver tersebut sudah merasakan kenikmatan, ketenangan, keindahan, dalam menghadapi masalah, dan si problem solver nya itu sangat berharap sekali kepada si seseorangnya ketika dia mengetahui bahwa ketenangan sejati itu seperti ini loh.


Dengar, dengarkan
— Aku tak akan melepaskanmu

Seperti yang ada pada film – film, ketika kita melihat ada 1 orang yang mencoba untuk menyelamatkan temannya di suatu gunung agar tidak jatuh kebawah, si orang ke 1 ini mencoba untuk memegang talinya dan tidak akan pernah melepaskan nya, karena jika dilepaskan maka jatuhlah si orang yang ingin di selamatkan nya tersebut, lalu bisa kemungkinan mati atau bisa juga luka – luka namun cukup parah. Sama halnya seperti pada perumpamaan pada film tersebut, anggaplah si “problem solver” ini sedang mencoba untuk membantu si “seseorang” nya tersebut. Untuk mencoba membantu dan merubah cara pandang hidup atau pola pikirnya maka dibutuhkanlah suatu bantuan yang secara terus menerus guna membantu permasalahan dalam hidup si “seseorang” tersebut dan bisa hidup bersama dalam ketenangan sejati yang akan di miliki oleh si “seseorang” tersebut maupun si “problem solver”nya. Yang dimaksud dengan membutuhkan suatu bantuan yang secara terus menerus sama halnya seperti perumpamaan orang gunung di atas, kita harus terus menerus menarik dan menarik pegangan demi pegangan sangat kuat dan butuh tenaga ekstra untuk di keluarkan guna supaya si orang nya bisa selamat. Sama seperti perumpamaan tersebut, si “problem solver”nya terus menerus dan bersemangat serta yakin bahwa dia akan bisa membantu si “seseorang”nya tersebut untuk menyelsaikan banyak permasalahan yang dimilikinya, karena jika secara terus menerus kita bisa melepaskan nya dan si “seseorang”nya tersebut akan jatuh kedalam lingkungan yang membuat dirinya selalu saja ada masalah dalam hidupnya dan dia mati, dan mati disini bukan fisik melainkan jati diri nya yang sudah kemungkinan mati. Maka dari itu, seperti halnya pada lyric yang ada di atas bahwa “Aku tidak akan melepaskanmu” yang berarti “Gw gak akan lepasin lu, sebelum lu bisa rubah diri lu sendiri”.


Aku berharap aku bisa menyelamatkanmu dari rasa sakit yang telah kau lalui

Seperti pada penjelasan yang di atas awal lyric bahwa dari rasa sakit pasti ada sebuah pelajaran dan hikmah yang di dapat, apapun itu dan dimanapun itu seperti apa kejadian nya pasti ada pelajaran bagi orang – orang yang memikirkan. Pelajaran yang di dapat tentunya tidak diaplikasikan oleh semua orang karena nyatanya kemungkinan masih ada saja yang tidak memikirkan bahwa itu adalah sebuah pelajaran bagi kita. Seperti lyric di atas bahwa pengharapan secara penuh itu adalah sesuatu yang sangat peduli sekali kepada seseorag yang ingin di selamatkan, diselamatkan dari masalah yang menimpanya dan bentuknya pun apapun itu dengan pengharapan bahwa “saya itu ingin menyelamatkan dia, agar dia bisa selamat bersama saya”, tentunya ini bukan ke Pdan, tapi ini adalah sesuatu hal yang wajar karena semua orang ingin selamat dari segala apapun hal yang menimpanya, semua orang ingin berubah semua orang ingin melakukan perubahan akan tetapi ada satu yang mengganjal bahwa kebanyakan orang tidak tahu caranya mau dari mana, kemana, dan seperti apa. Maka dari itu, yang dimaksud “Aku” di lyric atas itu adalah seseorang yang sudah mengalami hal – hal yang sulit kemudian dia sudah berubah dan memaksimalkan dirinya untuk melakukan perubahan pada hidupnya sehingga dia tahu bahwa jika ada masalah ini oh ternyata seperti ini kita harus melakukannya, dia tahu bahwa dia dulunya mengambil suatu pelajaran dan dia ingin mencoba mengsharekan/memberitahukan kepada orang – orang yang ingin mungkin mencoba mendapatkan suatu ketenangan pada dirinya dan itupun untuk memulainya mudah dan untuk mempertahankan nya mungkin agak sulit karena seperti pada di lyric di atas bahwa “Hanya pengharapan yang dia punya” karena mau apa lagi selain berharap/berdoa ? Si “problem solver”nya sudah memaksimalkan dirinya, akan tetapi mau bagaimana lagi selain dari si “seseorang”nya tersebut yang berlanjut untuk memilih kedepannya mau bagaimana, maka lyric yang terbentuk akan menjadi “Aku berharap aku bisa menyelamatkanmu dari rasa sakit yang telah kau lalui”


Dan semua yang bisa kukatakan padamu adalah hal terbaik untuk dilakukan

Kita lihat di bagian kata “hal terbaik” disini mengandung sesuatu yang dimana artinya bahwa hal tersebut memang sangat baik bagi kita. Hal yang terbaik tersebut mungkin merupakan sesuatu yang dimiliki secara rasa yang penuh kesadaran terhadap diri bahwa “kita menemukan sesuatu hal yang paling baik” untuk kita terapkan pada kehidupan kita dan tentunya di lyric berikutnya terdapat kata “untuk dilakukan” yang dimana ini bukanlah merupakan suatu ilmu yang tidak di aplikasikan, akan tetapi ini adalah suatu ilmu yang mesti di aplikasikan dan dilakukan kedalam kehidupan kita. Di lyric awalnya jelas bahwa si “Problem solver” yang kita umpamakan seperti yang di atas sudah membicarakan kesana kemari dan memberikan suatu dorongan kepada si seseorang nya tersebut sehingga hanya itulah yang terbaik yang bisa di katakan, dan ini tentunya bukan suatu hal yang tidak menarik untuk disimak melainkan kebalikannya yang mesti kita percayai bahwa memang untuk melakukan suatu perubahan pada diri itu dibutuhkan pemikiran yang benar – benar mengarah kepada sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita baik sekarang maupun di masa yang akan datang yang akan kita hadapi, karena kita tidak tau hal apakah/peristiwa apakah yang akan kita hadapi, maka dari itu perlu di bekali pada diri kita suatu ilmu yang memang mengarah kepada kesalamatan pada diri kita sendiri.


(Kau harus)
— Dengar, dengarkan
— Dengar, dengarkan
— Dengar, dengarkan
— hatimu

Penjelasan pada lyric ini sebenarnya untuk menjawab inti dari semua hal yang sudah di jelaskan di atas secara panjang lebar. Penjelasan yang sudah di jelaskan di atas secara panjang lebar tentunya hanya memiliki satu hal saja yang diperlukan pada diri kita untuk memulai dan melangkah menuju suatu titik pencerahan yang akan menyelamatkan kita baik melalui seseorang yang kita kenal atau seseorang yang tidak kita kenali dan secara tidak sadar akan kita temukan untuk memulainya. Satu hal yang dimaksud barusan adalah “diri kita” seperti pada lyric di atas yang disebutkan bahwa “hatimu” lah yang bisa di dengarkan. Diri kita maupun hati kita adalah sesuatu yang selaras yang dimana hanya hati dan diri kita yang bisa menentukan untuk melangkah maju kedepannya mau seperti apa. Dari hati kita, kita tetapkan bahwa kita itu apakah benar – benar memang yakin untuk memulai suatu pilihan yang akan menyelamatkan diri kita ? Dari diri kita, apakah kita bisa mengaplikasikan/melakukan suatu tindakan pada diri kita dari suatu keyakinan yang lahir dalam hati kita yang sebelumnya kita yakin untuk memulainya ? Jawabannya ada pada diri kita, dengarkanlah apa yang kita ungkapkan sendiri bahwa saya itu memilih ini untuk ini dan saya memilih itu untuk itu, sehingga kita konsisten dan tidak mengambil jalan tengah. Maka dari itu, seperti yang ada pada lyric di atas bahwa “Dengar, dengarkan hatimu” yang dimana memiliki makna bahwa “Yakinkanlah hatimu” bisa menjadi suatu patokan pada diri kita untuk memulai segala sesuatu dan menjadi suatu pertanyaan dasar pada diri kita dan jawaban dasar pada diri kita untuk melangkah kepada sesuatu hal yang kita pilih sebelumnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Reviewed by Firdamdam Sasmita

Bagi teman-teman yang mau share dan copy paste dipersilahkan dengan senang hati
tapi jangan lupa sertakan link alamat di mana anda mendapatkannya, yaitu
http://furahasekai.com
Saling berbagi dan bisa menghargai itu indah!

=== Tinggalkan jejakmu berupa komentar ya teman-teman ? Klo kalian suka artikel ini, atau terdapat kesalahan pada artikel ini, atau apapun deh sebagai bukti kunjungan kalian telah membaca artikel ini ? ===

Terima kasih! (^-^)/

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

2 Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.